Dulu diseluruh Indonesia memang begitu, rasisnya bukan main, wong Cino kalau
beli rumah/tanah biarpun asalnya Sertifikat Hak Milik harus dirubah jadi Hak
Guna Bangunan.
Tetapi sejak reformasi diadakan perubahan tidak lagi dibedakan pribumi dan
non-pribumi, tetapi WNI dan WNA. Wong Cino yang WNI ya sama dengan WNI2 yg lain
boleh punya rumah/tanah SHM sesuai dengan UU yang baru. Dan itu berlaku
diseluruh Indonesia.
Tetapi di Jogja ini nyeleneh ajaib bin aneh, cuman surat dari Wakil Gubernur
itupun sudah kuno th 70-an, eh bisa mengalahkan UU dan cialatnya pengadilan
juga mengatakan begitu. Opo Tumon.
On Thursday, March 8, 2018, 11:48:08 AM PST, [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Pengalaman saya juga dulu begitu. Dan memang sudah hukumnya gitu. Hanya
pribumi yang berhak punya tanah hak milik. Begitu dijual ke cino, langsung
haknya berubah.