Begitulah Megawati, senang menyangka dirinya berbeda dari orang lain, merasa 
sebagai warga istimewa seolah negara ini punya bapaknya. Makanya begitu 
berkuasa dia seperti bebas merdeka melakukan apa pun terhadap...
asset-assetRakyat


|  |  | 
Jokowi Siap Beli BUMN yang Dijual Mega
 |




--- lusi_d@... wrote:    
Ee Mega ini sukaknya kok mencela saja. Kemajuan atau kemunduran tingkat
kehidupan perempuan Indonesia itu termasuk tanggungjawabmu dan sebagai
elite perempuan tidak bisa melepaskan tanggungjawab. Ketika memiliki
kekuasaan apa yang sudah kau kerjakan untuk kemajuan tingkat kebudayaan
perempuan Indonesia?

Am Thu, 8 Mar 2018 18:55:00 +0100
schrieb j.gedearka :

> 
> https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-
> 
> berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1
> 
> 
> Megawati: Setelah Merdeka, Kaum Perempuan
> 
> 
> Justru Surut Berpolitik
> 
> Reporter:
> 
> 
> Ahmad Fikri (Kontributor)
> 
> Editor:
> 
> 
> Kukuh S. Wibowo
> 
> Kamis, 8 Maret 2018 20:53 WIB
> 0 komentar 
> <https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#comments>
>  
> 
> 01001
> # Font:
> # Ukuran Font: - 
> <https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#font-decrease>
>  
> + 
> <https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#font-increase>
>  
> 
> #
> 
> #
> 
> 
> Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian
> Triyuli Handoko
> <https://statik.tempo.co/data/2018/01/23/id_678667/678667_720.jpg>
> 
> Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian
> Triyuli Handoko
> 
> *TEMPO.CO*, *Bandung-*Presiden RI ke-5  Megawati 
> <https://www.tempo.co/tag/megawati>Sukarnoputri sempat menyinggung 
> sulitnya partai politik memenuhi kuota 30 persen calon legislatif 
> perempuan dalam orasi ilmiahnya di Institut Pemerintahan Dalam
> Negeri, Kamis, 8 Maret 2018.
> 
> “Untuk memenuhi persyaratan di calon anggota legislatif, selalu saya 
> mengalami kesulitan. Dan saya juga tahu itu dirasakan oleh pimpinan 
> partai dengan kuota 30 persen. Memang maksud dan niat untuk
> memberikan kuota 30 persen itu sangat baik, tapi pada tataran
> lapangannya, pada kenyataannya, sangat sulit," ujar Megawati.
> 
> Baca: Megawati Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Pertama dari IPDN 
> <https://nasional.tempo.co/read/1067867/megawati-dapat-gelar-doktor-honoris-causa-pertama-dari-ipdn>
> 
> Sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati 
> mengaku sering menemukan kader perempuan  yang awalnya aktif
> berpolitik, namun di tengah jalan meminta berhenti. “Saya bertanya
> kenapa (mundur), karir politikmu bagus. (Jawabnya) karena suami saya
> mengatakan harus memilih antara suami dan karir politik. Saya lalu
> lemes,” kata Mega.
> 
> Menurut Megawati mencari kader perempuan makin sulit. “Ada sebuah 
> fenomena yang terus berjalan, justru setelah kita merdeka kaum 
> perempuannya semakin surut di bidang politik. Berbeda dengan ibu-ibu 
> kita waktu mereka masih ikut berjuang dengan, tentunya bapak-bapak,
> itu sangat kelihatan gairah dan elannya untuk berkiprah di bidang
> politik,” kata dia.
> 
> Simak: Tsamara Amany Jelaskan Soal Cuitan Lawasnya tentang Megawati 
> <https://nasional.tempo.co/read/1067834/tsamara-amany-jelaskan-soal-cuitan-lawasnya-tentang-megawati>
> 
> Megawati meminta surutnya perempuan berpolitik ini perlu diteliti
> lebih dalam. Mengapa justru setelah negara punya konstitusi dan
> memberi hak berpolitik yang sama antara laki-kali dan perempuan
> justru dalam tatarannya makin sulit.
> 
> Mega juga sempat terisak ketika menyinggung pemberian gelar Doktor 
> Honoris Causa oleh kampus yang didirikan oleh Bung Karno itu. Apalagi 
> gelar tersebut diberikan bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan 
> Internasional. “Hari ini, tanggal 8 Maret, bertepatan dengan Hari 
> Perempuan Internasional, yang merupakan peringatan atas pengakuan hak 
> politik bagi kaum perempuan di dunia,” kata dia.
> 
> *AHMAD FIKRI*
> 
> 
> 


  

Kirim email ke