Iyaaa, ... terkadang saya juga merasa SANGAT ANEH melihat orang-orang yang mengaku dirinya REVOLUSIONER menjadi begitu ekstrimnya MEMBELA dan MEMBENARKAN tokoh/orang yang menyerang Jokowi, ... tanpa lebih dahulu meneliti latar belakang tokoh/orang itu dan merasa cukup dari apa yang dinyatakan saja! Lhaa, yang dibela kok jadi tokoh Demokrat, ... pendukung SBY!
Timbul pertanyaan, nenek dalam tempurung yang satu ini dalam memposisinya diri “Pejuang revolusioner” apa sudah menetapkan kontradiksi pokok ditingkat perjuangan rakyat Indonesia sekarang ini? Mana dan siapa yang dijadikan sasaran utama dan siapa yang masih bisa dijadikan sekutu yang bisa dan perlu didukung? Kalau saja tokoh macam Jokowi ini dijadikan sasaran utama utk diganyang, lalu harus ber-front, mendukung dan berpihak pada siapa? Probowo, SBY, ... Gatot Nurmantyo? Pejuang apa namanya kalau semua tokoh yang tampil didunia politik itu dihajar, diserang habis-habisan, dan, .... tanpa melihat kekuatan rakyat sendiri??? Padahal yang dinamakan TOKOH kekuatan RAKYAT dalam mimpinya itu BELUM juga bisa muncul!!! Siapa sih yg TIDAK TAHU dan TIDAK mengerti bahwa Jokowi masih buuaaanyak kekurangan dan jauh dari apa yang kita mimpikan! Apalagi bisa mewujudkan semua janji2 muluk yang diteriakkan masa kampanye itu, karena jelas setelah pegang kekuasaan dia masih harus perhitungkan kekuatan lawan politik disekitar yang jelas LEBIH BESAR/KUAT, jadi masih harus jalankan strategi-taktik perjuangan dengan sebaik-baiknya, bahkan terkadang juga harus lakukan politik dagang-sapi untuk pertahankan posisinya dan kesempatan perkuat kekuatannya sendiri. Mana yang harus diperjuangkan dan dimenangkan lebih dahulu, mana yang masih bisa dikebawahkan dan ditunda sekarang ini, ... Semua juga masih dalam proses perjuangan yang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan saja. Kalau tidak begitu, apa yang anda harus perbuat dan perjuangkan? Dukung siapa, coba katakan dengan jelas! Salam, ChanCT From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, March 15, 2018 1:30 AM To: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Manuver Mengagetkan Mantan Pendukung Jokowi Apakah mantan relawan ini juga orang yg jadi penghubung telpon SBY and Ma'ruf Amin yg kemudian melahirkan fatwa Ahok menista agama Islam? Apakah beliau ini juga yg menyuruh pengacara Ahok menghadirkan Tuhan jadi saksi dipengadilan? ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Yang pasti, janji revolusi mental buat benahi watak ya cuma gombalan juga. --- jetaimemucho1@... wrote: Kayaknya ada orang yang tidak ngerti mengapa mantan pendukung Jokowi itu akhirnya meninggalkan Jokowi. Jelas dia tulis karena Jokowi tidak menepati janjinya, yaitu, menolak utang luar negeri, mempersulit asing dan masalah subsidi. Tapi orang yang tetap membutakan diri dan mengekor Jokowi, walaupun sudah jelas-jelas Jokowi memang mengkhianati janji selama kampanyenya (termasuk janji menuntaskan masalah HAM berat, melaksanakan Trisakti) menginterpretasikannya seolah-olah orang meninggalkan Jokowi karena tidak dapat tempat, etc. Pendukung buta Jokowi ini sama sekali tidak mampu melihat bagaimana Jokowi mengkhianati janji-janjinya sendiri. On Wednesday, March 14, 2018 5:19 PM, ajeg wrote: Makanya samasekali tidak mengagetkan, apalagi mengingat janji-janji yang tidak ditepa ti. Seperti janji tidak mau berutang misalnya, atau janji menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, dll. --- chalik.hamid@... wrote: Tidak dapat tempat yang memuaskan, lalu balik badan, itu soal biasa. Sekarang dapat tempat di ruang lain, kalau tidak cocok, akan lari ke tempat lain. Itu menunjukkan watak aslinya. ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg Samasekali tidak mengagetkan. Sudah banyak kok pendukung yang balik badan melupakan Jokowi. - "saya melakukan itu sebagai wujud ekspresi kekecewaan saya karena janji politik Pak Jokowi tidak ditepati" Manuver Mengagetkan Mantan Pendukung Jokowi
