https://tirto.id/subsidi-daging-dki-berujung-pengajuan-mundur-dirut-pd-dharma-jaya-cGew
Subsidi Daging DKI Berujung Pengajuan
Mundur Dirut PD Dharma Jaya
Subsidi Daging DKI Berujung Pengajuan Mundur Dirut PD Dharma Jaya Wakil
Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno keluar dari ruang pemeriksaan
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya usai diperiksa dalam
kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Polda Metro Jaya,
Jakarta, Kamis (18/1/2018). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
281 Shares
<mailto:?subject=Subsidi%20Daging%20DKI%20Berujung%20Pengajuan%20Mundur%20Dirut%20PD%20Dharma%20Jaya&body=https://tirto.id:443/subsidi-daging-dki-berujung-pengajuan-mundur-dirut-pd-dharma-jaya-cGew>
Reporter: Hendra Friana
<https://tirto.id/author/hendrafriana?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
15 Maret, 2018 /dibaca normal 3 menit /
* Pencairan PSO harus dilandasi oleh Peraturan Gubernur sebagaimana
diatur dalam Pergub No. 208/2016
/Dirut BUMD PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma mengeluh ihwal
pencairan dana subsidi daging di masa kepemimpinan Anies-Sandi di DKI
Jakarta. /
*tirto.id <https://tirto.id?utm_source=internal&utm_medium=Article> - *
“Bu Marina (Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma) nangis-nangis
ke saya, bilang 'belum turun uangnya', terus saya bilang saya bantu,
sabar Bu.”
Ucapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ini terlontar kepada awak
media sebelum meninggalkan Balai Kota, Rabu malam (14/3/2018). Sandiaga
merespons kabar macet pencairan dana /Public Service Obligation/ (PSO)
atau subsidi daging yang dikelola oleh PD Dharma Jaya.
Namun, Marina mengaku tak terima pernyataan Sandiaga bahwa ia
“menangis-nangis” lantaran PSO untuk PD Dharma Jaya tak kunjung
dicairkan. Marina bahkan menyatakan akan mundur dari jabatannya saat
dikonfirmasi oleh awak media.
“Kalau kamu baca di koran, di media /online/, bahwa saya datang
nangis-nangis ke Pak Sandi, itu tidak /lho/. Saya datang ke sana
mengajukan pengunduran diri. Tolong catat itu. Serius. Saya tidak pernah
menangis,” kata Marina saat dihubungi bersama oleh para awak media pada
Kamis (15/3/2018).
Marina mengeluhkan sulitnya mengurus pencairan PSO di era Gubernur dan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. PSO ini
ditawarkan untuk mengganti Penyertaan Modal Daerah
<http://jakarta.bpk.go.id/wp-content/uploads/2017/12/Subsidi-dan-Penyertaan-Modal-Daerah.pdf>
(PMD) Dharma Jaya sebesar Rp35 miliar yang dihilangkan saat penyusunan
Rancangan APBD DKI 2018.
Padahal, PMD itu akan dipakai untuk menjaga ketersediaan stok daging
selama pemerintah belum mencairkan uang subsidi daging. Namun, Pemprov
masih menolak dengan alasan uang PMD akan digunakan untuk program
prioritas lain.
Selama ini, Dharma Jaya memang memiliki tugas untuk menyuplai daging
kepada pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Setiap bulannya,
perusahaan BUMD ini menyiapkan 150 ton daging dengan harga Rp85 ribu per
kilogram yang kemudian disubsidi Pemprov DKI sebesar Rp50 ribu per
kilogram.
Namun, dana subsidi yang disalurkan lewat Dinas Ketahanan Pangan,
Kelautan dan Perikanan (DKPKP) itu tak turun. Di sisi lain mereka harus
tetap memasok daging subsidi ke peserta KJP. Akibatnya, arus kas yang
dimiliki PD Dharma Jaya tidak berputar.
BUMD ini harus merogoh kas untuk membayar piutang yang belum dibayarkan
Pemprov DKI pada November dan Desember lalu. Uang itu dijanjikan akan
di-/reimburse/ (bayar balik) beberapa bulan beriringan dengan cairnya PSO.
“Coba deh teman-teman lihat masuk akal enggak /sih/ dari bulan November
PSO DP belum keluar sampai tanggal segini? Masuk akal enggak?” kata
Marina mengeluhkan.
Baca juga:Dana PSO Belum Cair, PD Dharma Jaya Setop Beli Ayam untuk
Subsidi
<https://tirto.id/dana-pso-belum-cair-pd-dharma-jaya-setop-beli-ayam-untuk-subsidi-cGdJ>
*Kesulitan Mengurus PSO *
Marina mengaku kerap mondar-mandir ke Balai Kota agar pencairan PSO
dapat segera dilakukan oleh Pemprov DKI. Ia bahkan mengklaim dirinya
sempat kesulitan menemui Anies dan Sandi Uno agar keduanya segera
mendorong pencairan PSO.
“Saya mau masuk tidak diperbolehkan ke kantor Pak Sandi. Waktu itu saya
bilang 'aduh sombong sekali' saya enggak dikasih masuk, saya berdiri di
dekat tangga. Tapi ada satu mbak yang kenalin saya, terus saya bilang
tolong dong lima menit,” kata Marina mengisahkan.
Setelah bertemu dengan Sandiaga, Marina juga telah menyampaikan
keputusannya untuk mundur dari jabatan Dirut PD Dharma Jaya.
Namun, Sandiaga menahannya untuk keluar dan berjanji untuk membantu
penyelesaian masalah yang dialami perusahaan pelat merah itu.
“Semenjak saya datang ke sana, saya tidak menangis, malah pas keluar
saya masih ketawa-tawa sama beliau,” katanya.
Marina berencana meminjam dana pengganti ke bank. Namun, ia khawatir
bila meminjam uang di bank akan berdampak pada bunga yang harus
ditanggung perusahaan. Apalagi baru dua tahun terakhir ini perusahaan
pelat merah itu menikmati surplus.
“Tahun lalu kami untuk pertama kalinya sumbang dividen. Besarnya Rp468
juta,” kata Marina.
Dharma Jaya sedang mengadapi masalah dengan pemasok yang mengurangi
suplai akibat piutang usaha Rp80 miliar yang belum lunas sejak Januari
2018. Menurutnya, para pemasok yang rata-rata usaha kecil menengah (UKM)
tak bisa terus-menerus memberikan piutang kepada Pemprov DKI.
“Anak-anak [karyawan Dharma Jaya] sudah dimaki-maki sama supplier,
sampai nangis-nangis. Saya sampai minta tolong [ke Pemprov],
supplier-nya sudah nangis. Karena kan saya merangkul UKM kan, saya
enggak merangkul orang besar. Kan katanya saya harus merangkul rakyat
kecil,” kata Marina.
Baca juga:
* Ayam Geprek di Dunia yang Menggilai Ayam
<https://tirto.id/ayam-geprek-di-dunia-yang-menggilai-ayam-cBL1>
* Harga Acuan Telur dan Daging Ayam di Tingkat Produsen Akan Diatur
<https://tirto.id/harga-acuan-telur-dan-daging-ayam-di-tingkat-produsen-akan-diatur-cCMp>
*Prosedur Pencairan PSO
*
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI, Michael Rolandi
mengakui keluhan Marina soal pencairan uang muka PSO yang dikelola
Dharma Jaya. Menurutnya, uang muka subsidi Rp41 miliar itu terlambat
cair lantaran kelengkapan berkas administratif. Dana itu akan dipakai
untuk membayar subsidi daging yang ditalangi kas Dharma Jaya pada
November dan Desember.
Pencairan PSO harus dilandasi oleh Peraturan Gubernur (Pergub)
sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 208 Tahun 2016 Tentang Penyediaan
Pangan dengan Harga Murah Bagi Masyarakat Tertentu.
“Diajukannya, Bu Marina ngomong ke Pak Wagub itu November.
Ngomong-ngomong di rapat, kan rapat enggak bisa dibuat berita acara
untuk administrasi pencairan. Kan harus ada Pergub, Pergub-nya dulu nih
untuk bayar,” kata Michael Rolandi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta
Pusat.
Menurut Michael, Pergub baru ditandatangani pada 2 Februari, bernomor 6
tahun 2018. Namun, PD Dharma Jaya masih perlu menandatangani Perjanjian
Kerja Sama (PKS) serta mengajukan proposal pencairan uang subsidi pangan
ke Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP). Setelah
disetujui, akan ada pemeriksaan administratif sebelum pencairan.
Saat ini, PKS memang sudah ditandatangani oleh DKPKP dan PD Dharma Jaya.
Proposal juga sudah diterima BPKD dari Dinas KPKP DKI pada awal Maret.
Namun, karena masih kurang lengkap, instansinya mengembalikan proposal
tersebut ke Dinas KPKP DKI pada 8 Maret 2018.
“Kami lihat lengkap tidak dokumen administrasinya? Kalau belum lengkap,
dikembalikan ke Dinas KPKP selaku dinas teknis. Nanti sama Dinas KPKP
akan dikoordinasikan dengan BUMD bersangkutan untuk diperbaiki. Nah,
baru masuk lagi perbaikannya pada 13 Maret kemarin,” katanya.
Kepala Dinas KPKP Darjamuni menyebut bahwa uang muka PSO memang tidak
bisa diberikan pada November karena sudah tutup buku, PSO baru bisa
diproses pada 2018.
Menurut Darjamuni, pencairan subsidi yang menggunakan PSO memang
dipastikan terlambat setiap bulan. “Januari itu seharusnya kan Februari
kita bayar,” ujarnya. Ia menyebut keterlambatan pencairan terjadi karena
pihak Dharma Jaya lamban melengkapi berkas-berkas.
“Harusnya dia sama-sama kami duduk. Ngapain [mengeluh begitu]? Dia
pernah enggak telepon kami, datang ke saya? Yang mewakili malah wakil
direkturnya,” ujarnya.
"Kemarin sudah pak dilengkapi, saya tandatangan kasih ke Pak Michael,”
kata Darjamun.
Baca juga artikel terkait SUBSIDI PSO
<https://tirto.id/q/subsidi-pso-kzT?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
<https://tirto.id/author/hendrafriana?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor>
(tirto.id - hen/abd)