Tsamara Amany: Ada yang Mau Adu Domba PSI dengan PDIPReporter:  Imam 
HamdiEditor:  Kodrat SetiawanJumat, 16 Maret 2018 13:27 WIB 
Tsamara Amany. Instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany 
mengatakan ada pihak yang ingin mengadu domba partainya dengan PDI Perjuangan. 
Indikasinya, dibukanya kembali jejak digital Tsamara di media sosial.

"Ada yang mau mencoba mengadu domba kami dengan PDIP, sebagai pendukung 
Presiden Joko Widodo," kata Tsamara di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat, 16 
Maret 2018.

Baca juga: Tsamara Amany Jelaskan Soal Cuitan Lawas Tentang Megawati

Pada 2015, Tsamara mencuit "Megawati akan dimakan kesombongannya sendiri..." 
dan "Pak Jokowi, inilah saatnya ambil alih PDIP." Menurut Tsamara, potongan 
pernyataan tersebut dia tulis karena emosional kepada Ketua Umum PDIP Megawati 
Soekarnoputri, yang menyebut Jokowi -sapaan Joko Widodo- sebagai petugas partai.

Saat itu, Tsamara masih berusia 18 tahun, yang sedang getol mengomentari isu 
politik. "Saya anak 18 tahun yang asal ceplas ceplos. Ingin komentar saja.. 
Apalagi dalam membela Pak Jokowi," ucapnya.

Tsamara mengatakan perbuatannya saat itu, tidak bijak. Saat ini, dia sedang 
berproses untuk menjadi lebih bijak. "Saat komentar itu saya juga tidak 
berafiliasi dengan partai politik. Memang benar itu twit saya."

Menurut dia, jejak digitalnya di media sosial sengaja kembali digaungkan untuk 
memecah belah partai. Namun, setelah berada di dalam partai, Tsamara memahami 
cara mengkritisi yang lebih baik. "Ini bukan lagi ingin menyerang personal. 
Tapi, sudah ingin memecah partai," ucapnya.

Selain itu, ia menepis adanya poster hoax yang beredar di media sosial dengan 
menampilkan fotonya dengan lambang PSI, yang dibubuhi kalimat "Megawati Tak 
Pantas Pimpin PDIP." "Itu bukan poster dari saya. Nama saya saja salah 
dibuatnya. Nama saya Tsamara Amany. Pakai Y. Bukan Tsamara Amani, seperti 
tertulis di poster itu."

Tempo berupaya menghubungi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal pernyataan 
Tsamara Amany.Namun hingga berita diturunkan Hasto belum merespons pesan yang 
dikirim Tempo.

Kirim email ke