Dalam Islam, cadar tidak diwajibkan,cukup dengan kerudung. Muka dan dua telakpak tangan adalah identitas manusia, dia harus kelihatan. Siapa tahu di balik cadar adalah laki-laki permpok? Atau laki-laki mata keranjang yang ingin memangsa kaum yang bercadar lainnya. Hahahahahahaha. ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 15 Maret 2018 20.11..40 GMT+1Judul: [GELORA45] Persaudaraan Alumni 212 Kecam Pelarangan Cadar di IAIN Bukittingg
Harus melatih diri memakai cadar, sebab kalau NKRI menjadi gurun pasir akan bisamudah menyesuaikan diri. http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/25392/Persaudaraan-Alumni-212-Kecam-Pelarangan-Cadar-di-IAIN-Bukittinggi Persaudaraan Alumni 212 KecamPelarangan Cadar di IAIN Bukittinggi 14 Maret 13:50 | Dilihat : 384 Ilustrasi wanita bercadar Jakarta (SI Online) - Persaudaraan Alumni (PA)212 mengecam peraturan yang melarang penggunaan pelarangan cadar dikampus IAIN Bukittinggi, Sumatera Barat. Menurut PA 212, itumerupakan kebijakan yang konyol. “Pejabat UIN terindikasi mengidap penyakit islamophobia sehinggatakut terhadap syariat Islam, padahal memakai cadar tidak merugikansiapa atau apapun juga,” kata Ketua PA 212, Ustaz Slamet Maarif diJakarta, Rabu (14/3/2018). Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya beranimempertanggungjawabkan hukum benarnya memakai cadar. Karena ulamaberbeda pendapat memakai cadar bagi muslimah dewasa hanya berputarantara Mustahab (Sunnah) dan Wajib. “Artinya, cadar bukan barangharam,” imbuhnya. Menurutnya, jika dianggap memakai cadar mengganggu proses belajarmengajar ini juga tidak bisa diterima oleh akal sehat, karena prosesbelajar mengajar tanpa melihat wajah mahasiswi atau tanpa melihatwajah dosen tetap bisa berlangsung. "Untuk belajar bahasaInggris tanpa melihat gerak bibir dengan mendengarkan tape recordertetap bisa, dan biasa dilaksanakan di labor-labor bahasa. Jadi alasan‘tidak dapat melihat gerak bibir’ ini sama sekali tidak logis,"jelas Slamet. Ia menegaskan bahwa memakai cadar adalah bagian dari hak individumanusia untuk berekspresi yang tidak boleh diganggu. "Kaumintelektual mustinya memahami kaidah kebebasan demikian agar dapatbertindak secara bijaksana. Dalam konteks ini saya ingin bertanya,kenapa lembaga intelektual jadi terkesan sudah tidak intelek lagi.Ada apa?" kata Slamet. Sebagai bangsa yang berdaulat, kita diberi kedaulatan untukmenggunakan hak-hak individu selama nyata-nyata tidak menimbulkanmudharat. "Seharusnya hak-hak individu tidak dibatasi sepanjangtidak menimbulkan kerusakan yang dapat dibuktikan secara empiris.Kalau hanya dikira-kira saja, atau dilihat dari satu sudut saja tentuakan selalu terjadi keriuhan kehidupan berbangsa dan bernegara,"tandas Slamet. Seperti diberitakan sebelumnya, IAIN Bukittinggi mengeluarkansurat teguran kepada seorang dosen wanita yang menggunakan cadar.Pihak kampus beralasan ada protes dari mahasiswa karena tidak dapatmengenali dosennya. red: adhila
