Siapa sebenarnya yang tidak professional???????? --- Berita tempo hari 23 Nov 2017: "Sekarang lagi disiapkan business plan dan akan diajukan ke Dinas KPKP. Pak Darjamuni akan approve dan itu yang diajukan ke BPKD untuk langsung dicairkan. Uangnya di Bank DKI ada," kata Sandi menjelaskan teknis pencairan PSO tambahan itu.
Dari kesepakatan itu, Sandi memastikan suplai daging bersubsidi kepada masyarakat miskin tidak akan terganggu. Selain itu, bisnis dari PD Dharma Jaya ke depan akan didukung pemerintah DKI dari segi pengadaan dan kemandirian pangan. Sandiaga Sebut Sudah Berpelukan dengan Dirut Dharma Jaya | | | | | | | | | | | Sandiaga Sebut Sudah Berpelukan dengan Dirut Dharma Jaya Friski Riana Untuk program subsidi daging, Sandiaga Uno menyebut telah ada kesepakatan dengan Dirut Dharma Jaya Marina Ratih. | | | ------Berita sekarang 15 Maret 2018: Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati menuturkan dana PSO tahun 2018 sebesar Rp41 miliar belum cair sejak November 2017. Padahal, perusahaan ini juga tidak mendapat dana penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemprov DKI. "Pokoknya begini, saya berusaha keras cari sana-sini. Sekarang nilai utang sudah sampai Rp80 miliar," kata Marina di Balai Kota, kemarin. PD Dharma Jaya Berutang agar Bisa Pasok Daging | | | | | | | | | | | PD Dharma Jaya Berutang agar Bisa Pasok Daging PD Dharma Jaya belum menerima dana kewajiban pelayanan publik dari Pemprov DKI untuk penyediaan daging ayam mura... | | | Kamis, 15 March 2018 05:11 WIBPenulis: Nic/J-1 Dok. MI/Galih Pradipta PD Dharma Jaya belum menerima dana kewajiban pelayanan publik dari Pemprov DKI untuk penyediaan daging ayam murah bersubsidi. Akibatnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu harus berutang Rp80 miliar agar tetap bisa memasok daging ayam bersubsidi. Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati menuturkan dana PSO tahun 2018 sebesar Rp41 miliar belum cair sejak November 2017. Padahal, perusahaan ini juga tidak mendapat dana penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemprov DKI. "Pokoknya begini, saya berusaha keras cari sana-sini. Sekarang nilai utang sudah sampai Rp80 miliar," kata Marina di Balai Kota, kemarin. Menurut Marina, para pengusaha daging ayam tidak bisa terus-menerus diutangi olehnya. Apalagi, banyak di antara perusahaan itu masih berskala kecil dan menengah dengan modal yang terbatas. " Orang mau ngutangin juga limited. Anak-anak sudah dimaki-maki sama supplier, sampai nangis-nangis," ujarnya. Pun demikian, Marina berjanji pihaknya tidak akan berhenti menyetok pasokan daging ayam murah ke pasar-pasar, khususnya untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Dia juga akan berusaha mencari pinjaman dana untuk menjaga ketersediaan stok. "Enggak (menghentikan pasokan) juga, sih. Ya pada teriak saja. Saya usahakan terus cari barang, sampai ada orang yang mau ngutangin lagi," tambah dia. Serapan kebutuhan daging ayam setiap tanggal 5 hingga sepekan ke depan sebanyak 20 ton per hari. Pada akhir November 2017, PD Dharma Jaya ditetapkan tidak mendapat dana penyertaan modal daerah (PMD) dari APBD 2018. Kala itu Wagub DKI Sandiaga Uno meminta PD Dharma Jaya dan sejumlah BUMD lainnya tidak mendapat PMD.
