Toleransi keberagaman Singkawang diangkat ke layar lebar
 Sabtu, 17 Maret 2018 07:14 WIB
 
Seorang Tatung (dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur) melakukan atraksi 
saat mengikuti Pawai Perayaan Cap Go Meh 2018 di Singkawang, Kalbar, Jumat 
(2/3/2018). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Pontianak (ANTARA News) - Komunitas Sindikat Sinema Singkawang dalam tahap 
menyelesaikan proses pembuatan film lokal yang mengangkat tema keberagaman di 
Singkawang, Kalimantan Barat.

Organisasi yang digawangi pemuda-pemudi di Kota Singkawang ini mulai melakukan 
pengambilan gambar sejak Februari dan kini telah selesai melakukan pengambilan 
gambar untuk kebutuhan film yang mereka buat.

"Tema besarnya adalah keberagaman, dengan latar utama pelaksanaan Cap Go Meh di 
Kota Singkawang yang menyatukan keberagaman masyarakat dari berbagai kalangan," 
kata Ketua Sindikat Sinema Singkawang, Wirya Kurniawan, Sabtu.

Dia mengatakan, Kota Singkawang sebagai kota dengan toleransi yang sangat 
tinggi setidaknya mesti bisa memberikan contoh kepada daerah lain, dimana dalam 
perkembangan kekinian, isu toleransi seolah menjadi jurang pemisah antar banyak 
warga.

"Salah satu cara untuk memperlihatkan toleransi yang sangat kuat di Kota 
Singkawang adalah melalui film, dan ini yang sedang kita kerjakan," ujarnya.

Dia berpesan, agar film yang diproduksi oleh pemuda Kota Singkawang ini dapat 
memberikan peran yang baik untuk perkembangan pemuda di Kota Singkawang, maupun 
masyarakat pada keseluruhannya.

"Namun yang paling penting, film ini bisa menjadi milik semua yang berperan 
penting dalam perkembangan kreativitas pemuda maupun merekatkan masyarakat pada 
umumnya, sebagaimana perpaduan heterogennya masyarakat Kota Singkawang yang 
diangkat di dalam film ini," katanya.

Sindikat Sinema Singkawang sendiri, katanya, mendapatkan mentoring dari Tumbuh 
Sinema Rakyat, yang merupakan sebuah organisasi yang digawangi oleh sutradara 
sekaligus penulis di dunia perfilman Indonesia, yakni Dirmawan Hatta..

Tumbuh Sinema Rakyat memandang bahwa dinamika penciptaan tontonan rakyat berupa 
film dan sinema rakyat yang demikian dinamis ditunjukkan dengan demikian 
produktifnya para pegiat sinema di Singkawang, Sambas dan sekitarnya dalam 
menghasilkan sinema yang telah dinikmati oleh seantero rakyat di Kalimantan 
Barat.

Hal itu, menunjukkan bahwa Singkawang, Sambas dan sekitarnya merupakan wilayah 
yang strategis untuk menumbuhkan dan mengelaborasi bentuk-bentuk sinema rakyat 
sebagai alternatif terhadap narasi-narasi yang selama ini terpusat.

Workshop Sinema Rakyat yang diadakan di Singkawang ini, katanya, didukung oleh 
pegiat-pegiat sinema Singkawang yang merupakan bentuk upaya untuk 
mengarusutamakan narasi-narasi alternatif yang dilahirkan dari dinamika 
sosio-kultural masyarakat.

"Narasi alternatif ini krusial dan diperlukan untuk membangun kembali 
panggung-panggung kemandirian rakyat yang terpinggirkan oleh industri hiburan 
yang diciptakan oleh, dari dan untuk pusat-pusat kekuasaan ekonomi dan 
politik." katanya.

Baca juga: Singkawang dan Betawi poles Cap Go Meh di Jakarta

Baca juga: Menag : warna warni Cap Go Meh jadikan Singkawang dikenal dunia

Baca juga: Festival Cap Go Meh Singkawang resmi dibuka 
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Gilang Galiartha

Kirim email ke