Redaksi Tagihan Dokter Termahal (1)
Menarif Mahal, Ditagih Mahal
Oleh: Dahlan Iskan
KAMIS, 15 MAR 2018 11:58 | EDITOR : EBIET A. MUBAROK
 
DAHLAN ISKAN (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)


Berita Terkait
  a.. Pengalaman Besar Diperenguti Satpam
   
  b.. Debat Kesepakatan dan Ketidakwajaran KOLOM - Saya agak telat tahu ini: 
seorang dokter di Singapura pernah menagih pasiennya Rp 300 miliar. Untuk 
selama empat tahun perawatan. Lalu jadi kasus hukum. Minggu lalu saya memang ke 
Singapura. Ke dokter Benjamin Chua. Yang mengoperasi pecahnya pembuluh darah 
utama saya bulan lalu. Saya memang harus kontrol ke dia mengenai kelanjutan 
pengobatan saya. Kalau tidak ke Singapura, itu mungkin tetap saja saya tidak 
tahu adanya tagihan yang spektakuler ini.

Dokter Susan Lim, yang menagih pasiennya sampai segitu itu sudah dijatuhi 
sanksi. Tidak boleh praktik selama tiga tahun. Tambah denda SGD 10.000. Sanksi 
itu dijatuhkan oleh lembaga yang mengawasi dokter. Ia dianggap menagih 
pasiennya di luar kepantasan. Melanggar di 94 macam tindakan.

Siapakah pasien dokter Susan tersebut? Dia memang pasien istimewa. Namanya 
Damit. Adik kandung istri Sultan Brunai, yang tergolong terkaya di dunia itu.

Nama lengkapnya: Pangiran Anak Hajah Damit. Yang menderita kanker payudara. 
Kiri. Sejak tahun 2004. Dan akhirnya meninggal dunia tahun 2007.Kalau pun tidak 
meninggal mungkin soal tagihan ini tidak akan mencuat ke permukaan. Tapi karena 
si pasien meninggal, masih ada sisa tagihan yang masih harus dibayar.

Berapa? Mulailah lembaga kerajaan yang bertugas melakukan pembayaran melihat 
tagihan itu. Lalu terpana. Luar biasa besarnya. Kalau dijumlah selama empat 
tahun itu mencapai SGD 24 juta. Sekitar Rp 250 miliar. Dan pasiennya meninggal.

Sekaya-kaya Sultan Brunai, tagihan tersebut membuatnya marah. Keterlaluan. Lalu 
mengeluhkannya ke pemerintah Singapura.Brunai memang sangat erat dengan 
Singapura. Tergolong luar biasa. Mata uang Brunai adalah satu-satunya mata uang 
di dunia yang dipeg ke dolar Singapura: satu dolar Singapura sama dengan satu 
ringgit Brunai.

Kurs dolar Singapura naik, ikut naik. Turun, ikut turun.Yang menarik adalah 
dasar perhitungan dari mana angka tagihan SGD 24 juta itu. Ternyata begini: dr 
Susan mengenakan fee kepada pasiennya itu Rp 60 juta perhari. Tepatnya USD 
40.000/hari. Selama empat tahun.

Ini karena dr Susan harus mengalokasikan perhatian dan waktunya sepenuhnya 
untuk pasiennya itu. Siap dipanggil kapan saja dan jam berapa saja. Siap pergi 
ke Brunai kapan saja untuk berapa lama saja.Tapi itu tetap saja dianggap 
keterlaluan. Profesional fee sebesar itu dianggap pelanggaran etika profesi 
kedokteran. Yang dianggap masih wajar adalah SGD 15.000/hari. Atau sekitar Rp 
20 juta/hari.

Apalagi diketahui dr Susan ternyata masih tetap menangani pasien lainnya. Dan 
menerima pembayaran dari seminar yang dia berikan. Kalau pengundang itu 
membatalkan seminar dr Susan masih mengenakan canceling fee.Semua itu diketahui 
dari kesaksian dalam proses persidangan.

(Siapa dokter Susan dan seberapa hebat dia? Ikuti terusan kisah ini 
besok).Belakangan dokter Susan sendiri menghadapi mahalnya tagihan dari profesi 
pengacara. Suami dokter Susan Lim, Deepak Sherma, mengadu ke instansi yang 
mengawasi pengacara.

Selama proses hukum menghadapi pasien dari Brunai itu, dokter Susan menggunakan 
jasa pengacara. Suami dr Susan merasa pengacara itu berlebihan dalam menentukan 
tarif.Dr Susan ditagih USD 1 juta untuk jasa pengacara tersebut. Atau sekitar 
Rp 10 miliar.

Deepak Sharma, seorang pensiunan bank, lantas menggugat ke pengadilan tinggi 
Singapura. Pengadilan mengabulkan. Fee pengacara tersebut diturunkan menjadi 
SGD 370.000. Atau sekitar Rp 4 miliar.Sang pengacara masih keberatan: mengapa 
yang menggugat Deepak Sharma, suaminya. Kok bukan dokter Susan sendiri. 
(dis/bersambung) 

(bj/ch/bet/JPR)
Tagihan Dokter Termahal (2-Habis)
Debat Kesepakatan dan Ketidakwajaran 
Oleh: Dahlan Iskan
JUMAT, 16 MAR 2018 13:33 | EDITOR : EBIET A. MUBAROK
 
Dahlan Iskan (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)


Berita Terkait
  a.. Pengalaman Besar Diperenguti Satpam
   
  b.. Menarif Mahal, Ditagih MahalKOLOM - Mahalnya tagihan dokter di Singapura 
memang sudah terkenal di kalangan pasien Indonesia. Karena itu mereka mencari 
pilihan lain: Malaka atau Penang. Di Malaysia. Apalagi untuk pasien dari Medan, 
Riau, dan Padang. Penerbangan Medan-Penang tidak sampai satu jam. Naik pesawat 
dari Riau ke Malaka hanya 30 menit.Heboh tagihan dokter Susan Lim ke adik istri 
Sultan Brunai sebesar hampir Rp 300 miliar (tepatnya SGD 24 juta) itu ternyata 
juga menggelisahkan sebagian dokter Singapura sendiri.

Bisa merugikan masa depan industri turisme kesehatan Singapura.Kini mulai ada 
yang berinisiatif untuk mendirikan lembaga nir-laba untuk menghindarkan pasien 
dari luar Singapura dari tagihan yang berlebihan. Termasuk menghindarkan pasien 
asing dari pemilihan dokter yang kurang tepat.

Banyak pasien dari Indonesia yang memilih dokter di Singapura hanya berdasar 
rekomendasi teman.Saya beruntung punya semacam “manajer kesehatan”: Robert Lai. 
Dialah yang melakukan studi untuk saya: ke dokter siapa sebaiknya saya datang. 
Membanding-bandingkannya. Termasuk menanyakan kemungkinan besarnya tagihan 
nantinya.

Dia juga yang menilai itu wajar atau tidak. Lalu mendiskusikannya.Setelah 
heboh-heboh, dokter Susan Lim sebenarnya sudah menawarkan diskon hampir 50 
persen. Tapi tetap saja pihak Brunai menganggap tagihan itu tidak wajar.

Dalam pembelaannya dokter Susan Lim mengatakan, tagihan itu sudah sesuai 
kesepakatan dengan pasien. Yakni sekitar SGD 100.000/hari. Atau sekitar Rp 1 
miliar/hari.Tapi karena pasiennya meninggal, kesepakatan itu tidak bisa 
diterima institusi yang mengawasi dokter di Singapura.

Dokter Susan Lim adalah ahli bedah, ilmuwan, dan pengusaha. Termasuk ahli bedah 
untuk kanker payudara. Itulah identitasnya yang diketahui secara luas. Kawin 
dengan bankir keturunan India, kini dokter Susan Lim berusia sekitar 62 tahun.

Tahun 1990, dokter Susan Lim sudah mampu melakukan transplantasi liver. Dialah 
dokter Singapura pertama yang mampu melakukan transplantasi liver. Susan Lim 
juga mendalami stemcell. Bahkan juga transplantasi cell.Reputasi dokter Susan 
Lim luar biasa di bidang kedokteran. Dia juga dikenal mampu melakukan operasi 
dengan robot.

Tapi nama harum Susan Lim tercoreng sejak itu. Bahkan lembaga konsultan 
kesehatan internasional, MIMS, menempatkannya di urutan pertama dalam daftar 
lima kasus terburuk yang dilakukan dokter di dunia.Sehat memang mahal. Tapi 
dalam kasus adik istri Sultan Brunai ini, mati juga sangat mahal. (dis/habis) 

(bj/ch/bet/JPR)

Kirim email ke