https://nasional.tempo.co/read/1070629/rommy-ppp-pilpres-2019-pertarungan-ulang-
jokowi-prabowo?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_5
Rommy PPP: Pilpres 2019, Pertarungan Ulang
Jokowi-Prabowo
Reporter:
Antara
Editor:
Juli Hantoro
Sabtu, 17 Maret 2018 17:12 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1070629/rommy-ppp-pilpres-2019-pertarungan-ulang-jokowi-prabowo?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_5#comments>
00102
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1070629/rommy-ppp-pilpres-2019-pertarungan-ulang-jokowi-prabowo?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_5#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1070629/rommy-ppp-pilpres-2019-pertarungan-ulang-jokowi-prabowo?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_5#font-increase>
#
#
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan
Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo,
Jawa Timur, 3 Februari 2018. Jokowi tampil kompak mengenakan sarung
bersama Romahurmuziy. Foto: Biro Pers Setpres
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/03/id_681599/681599_720.jpg>
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan
Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kunjungannya di Kabupaten Situbondo,
Jawa Timur, 3 Februari 2018. Jokowi tampil kompak mengenakan sarung
bersama Romahurmuziy. Foto: Biro Pers Setpres
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy
<https://nasional.tempo.co/read/1069439/muhammad-romahurmuziy-mengaku-diajak-membahas-cawapres-jokowi>menilai
secara realitas politik sulit untuk memunculkan calon presiden
alternatif untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.
<https://nasional.tempo.co/read/1070582/projo-berharap-jokowi-tak-jadi-calon-tunggal-di-pilpres-2019>
"Dalam politik kita boleh punya idealisme, tapi ketika bertarung di
lapangan kita lihat realitas," katanya usai menjadi pembicara seminar
dalam rangka HUT Ke-51 Universitas Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur,
Sabtu, 17 Maret 2018.
Menurut Rommy, sapaan akrabnya, untuk menjadi capres paling tidak harus
memiliki tiga modal, yakni politik, sosial, dan finansial.
Baca juga: Gerindra Bakal Deklarasikan Prabowo Calon Presiden Awal April
<https://nasional.tempo.co/read/1070619/gerindra-bakal-deklarasikan-prabowo-calon-presiden-awal-april>
Modal politik, kata dia, setidaknya capres harus memenuhi syarat 20
persen dari total kursi DPR atau 112 kursi.
Modal sosial, lanjut dia, seorang capres harus memiliki rekam jejak yang
baik dan elektabilitas yang tinggi yang cukup untuk memenangi pertarungan.
Sementara modal finansial jelas diperlukan karena untuk menjadi capres
jelas memerlukan biaya politik yang besar.
"Sampai saat ini kita lihat tidak ada yang punya modal yang cukup untuk
dipertandingkan untuk apa berpayah-payah menginisiasi sebuah rekayasa
yang secara politik hitungannya tidak mungkin," katanya.
Baca juga: Golkar Bentuk Relawan Gojo untuk Pemenangan Jokowi di Pilpres
<https://nasional.tempo.co/read/1070425/golkar-bentuk-relawan-gojo-untuk-pemenangan-jokowi-di-pilpres>
Oleh karena itu, ia meyakini Pilpres 2019
<https://nasional.tempo.co/read/1070425/golkar-bentuk-relawan-gojo-untuk-pemenangan-jokowi-di-pilpres>
merupakan pertarungan ulang Jokowi-Prabowo dengan komposisi partai
pengusung yang mungkin berbeda dari pilpres sebelumnya.
Menurut dia, sejumlah pertemuan elit partai untuk membentuk poros ketiga
kecil kemungkinan terwujud.