Tokoh pemburu koruptor jadi kepala badan baru anti-korupsi China
 Minggu, 18 Maret 2018 14:59 WIB
 
Dokumentasi Peradilan atas Bo Xilai (berbaju putih) menjadi pusat perhatian 
media di China (Reuters)

Beijing (ANTARA News) - Parlemen China pada Minggu menunjuk tokoh pemburu 
korupsi menjadi kepala badan baru anti-korupsi meskipun kekuatan sepenuhnya 
akan tetap berada di tangan Partai Komunis, yang berkuasa.

Sejak menjabat lebih dari lima tahun lalu, Presiden Xi Jinping melancarkan 
perang terhadap korupsi, yang mengakar di China, dengan puluhan pejabat tinggi 
dipenjara, termasuk kepala keamanan dalam negeri Zhou Yongkang, yang disegani, 
lapor Reuters.

Menteri Pengawasan Yang Xiaodu, yang juga wakil ketua Komisi Pusat Pengawasan 
Disiplin (CCDI) Partai Komunis, terpilih menjadi kepala Komisi Pengawas 
Nasional.

Zhao Leji, salah satu dari tujuh anggota komite elit partai tetap menjadi 
kepala CCDI. Badan itu akan tetap dan akan berbagi banyak fungsinya dengan 
komisi baru tersebut.

Pada Selasa, parlemen secara formal akan meloloskan undang-undang yang akan 
memberi kerangka hukum baru bagi komisi tersebut, melalui konstitusi negara 
yang telah diubah akhir pekan lalu untuk menampung badan baru tersebut.

Beberapa ahli hukum telah mengkritik ketentuan untuk badan baru tersebut karena 
gagal melindungi hak-hak tersangka selama penyelidikan.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan undang-undang pengawasan baru akan 
memberikan penahanan lapisan hukum, namun tetap berisiko dilakukan penyiksaan 
dan pelanggaran hak yang mereka katakan mengganggu pranata lama.

Pejabat tinggi pada pekan lalu mengatakan bahwa China akan mengubah 
undang-undang pidananya untuk mengajukan komisi anti-korupsi baru.

Rancangan undang-undang pengawasan saat ini dinilai gagal, misalnya dalam poin 
memastikan si tersangka memiliki akses ke pengacara selama penyelidikan..

Dimasukkannya ketentuan tersebut ke dalam hukum pidana pada tahun 2012 
dipandang membuat kemajuan sederhana untuk mengatasi masalah lama seperti 
gugurnya keadilan dan pengakuan paksa.

Kampanye anti-korupsi Xi telah memanfaatkan pranta penahanan hunian yang 
misterius dan kontroversial, yang berada di luar lingkup undang-undang prosedur 
pidana China.

Xi telah berjanji untuk mereformasi pranata penahanan sebagai bagian dari 
pembentukan komisi pengawasan baru.

Di antara suara lain yang diumumkan oleh parlemen pada hari Minggu adalah 
pemilihan kembali Li Jingqi yang secara luas diharapkan sebagai perdana menteri 
dan Zhou Qiang sebagai kepala pengadilan.

Menteri Kehakiman Zhang Jun terpilih menjadi kepala penuntut umum.

(Uu.R029/B002) 
Pewarta: SYSTEM
Editor: Kunto Wibisono

Kirim email ke