Xi Jinping Pertama Kali Ucapkan Sumpah Setia Kepada Konstitusi 
        2018-03-18 09:58:53  CRI 


      Dalam pemilihan rahasia yang diadakan sidang pertama Kongres Rakyat 
Nasional (KRN) Tiongkok yang diadakan kemarin (17/3) pagi, Xi Jinping terpilih 
sebagai Presiden Republik Rakyat Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat 
Republik Rakyat Tiongkok. Untuk pertama kali kepala negara mengucapkan sumpah 
setia kepada konstitusi dalam sejarah KRN di bawah kesaksian tiga ribu wakil.

      Seusai berbagai agenda, sidang pertama KRN ke-13 mengadakan upacara 
pengucapan sumpah konstitusi. Untuk pertama kali aparat kekuasaan tertinggi 
mengadakan aktivitas pengucapan sumpah konstitusi sejak berlakunya sistem 
pengucapan sumpah konstitusi pada tahun 2014. Pengucapan sumpah konstitusi 
berlangsung di bawah kesaksian tiga ribu wakil KRN.

      Sesudah berakhirnya pengucapan sumpah konstitusi, para wakil berdiri 
bersama dan bertepuk tangan hangat untuk mengutarakan rasa kepercayaan, 
keyakinan dan dukungan kepada Xi Jinping.

      Wakil KRN dari angkatan militer Tiongkok, Yu Hailong mengatakan kepada 
wartawan, terpilihnya Xi Jinping sebagai presiden dan ketua komisi militer 
pusat merupakan harapan bersama para anggota tentara. Tentara Pembebasan Rakyat 
Tiongkok (TPRT) dengan tegas menerima komando Komite Sentral Partai Komunis 
Tiongkok (PKT) dan Presiden Xi Jinping pada waktu kapan pun, mengintensifkan 
pelatihan dan siap berperang, meningkatkan kemampuan untuk memenangkan 
peperangan.

      Wakil KRN dari Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, Chen Yong 
menyatakan, upacara angkat sumpah hari ini berlangsung dengan khidmat dan 
serius, sementara merupakan komitmen tulus kepada rakyat. Presiden Xi Jinping 
dan berbagai pemimpin berjanji setia kepada konstitusi, berjanji setia kepada 
negara dan rakyat, memimpin rakyat untuk berjuang mencapai kejayaan negara dan 
mewujudkan impian Tiongkok dalam lima tahun mendatang, para warga telah 
merasakan ketulusan dan perasaannya.

      Profesor Wang Xu dari Institut Ilmu Hukum Universitas Renmin Tiongkok 
mengatakan, pemilihan berlangsung dengan menuruti ketat prosedur konstitusi, 
mengekspresikan jaminan atas hasil pemilihan di bawah konstitusi sebagai 
undang-undang pokok, sementara mengekspresikan keinginan rakyat sebagai dasar 
yang paling mendalam.
     

Kirim email ke