----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 19 Maret 2018 01.49.26 GMT+1Judul: 
Fw: [GELORA45] 5 Hal yang Dianggap sebagai Intimidasi FPI terhadap Tempo
     

  From: [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, March 19, 2018 8:10 AM 
 








5 Hal yang Dianggap sebagai Intimidasi FPI terhadap Tempo
Reporter:  
Imam Hamdi
Editor:  
Rina Widiastuti
Minggu, 18 Maret 2018 17:05 WIB 
Pemred Majalah Tempo, Arif Zulkifli (dua dari kiri), saat memberikan 
klarifikasi kepada ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) yang berdemo di 
depan Kantor TEMPO Media Grup, Jakarta, 16 Maret 2018. Arif Zulkifli memberikan 
klarifikasi bersama Kepala Komunikasi Korporat Wahyu Muryadi dan Pemred Koran 
Tempo, Budi Setyarso. TEMPO/Subekti.



TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pers menyesalkan terjadinya intimidasi yang dilakukan 
Front Pembela Islam (FPI) terhadap Tempo dalam aksi demonstrasi di Gedung Tempo 
pada Jumat, 16 Maret 2018. FPI memprotes pemuatan karikatur Tempo, pria 
berjubah dan bersurban putih yang berhadapan dengan seorang wanita di Majalah 
Tempo a dalah imam besar mereka, yakni Rizieq Shihab.

Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, mengatakan seharusnya tidak perlu 
melakukan intimidasi. Menurut dia, kritik dari Tempo merupakan karikatur 
editorial yang menjadi produk jurnalistik Tempo. "Presiden saja sering dikritik 
melalui kartun opini. Seharunya tidak boleh marah," kata Stanley saat dihubungi 
Sabtu, 17 Maret 2018.

Baca: Dewan Pers Menyesalkan Intimidasi FPI terhadap Tempo

Menurut Stanley, karikatur editorial merupakan produk jurnalistik. FPI bisa 
menuntut hak jawab kepada Tempo. Mereka pun bisa melakukan upaya lebih lanjut 
dengan mengadukan ke Dewan Pers, bukan dengan penekanan massa ke kantor 
redaksi. "Tidak perlu demo, melakukan intimidasi sampai melempar air mineral 
segala," kata Stanley.

SETARA Institue juga mengecam tindakan FPI tersebut. Wakil Ketua SETARA 
Institute, Bonar Tigor Naipospos mengatakan demo tersebut nyata-nyata merupakan 
intimidasi atas pers sebagai pilar keempat demokrasi.

"Mobilisasi kerumunan massa (mob) secara fisik karena karya dan produk 
jurnalistik yang dimuat oleh media massa pada dasarnya adalah seran gan fisik 
dan psikis atas media sebagai lembaga pengawal keadaban publik dalam 
demokrasi," kata Bonar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Sabtu, 17 
Maret 2018.

Baca: Setara Institute Kecam Aksi Massa FPI Saat Protes Karikatur Tempo

Berikut tindakan FPI yang dianggap mengintimidasi Tempo.

1. Tindakan FPI memobilisasi kerumunan massa (mob) secara fisik karena karya 
dan produk jurnalistik yang dimuat oleh media massa, menurut Bonar, adalah 
serangan fisik dan psikis atas media.

2. Tekanan massa itu, menurut Stanley dapat menghambat proses kerja redaksi 
dalam bekerja. Intimidasi yang dilakukan bisa menggangu hak publik mendapatkan 
informasi.

3. Saat diterima pimpinan redaksi Majalah Tempo, ada anggota FPI yang 
menggebrak meja dan melampar gelas air mineral ke tengah meja diskusi antara 
FPI dengan pimpinan redaksi Tempo.

4. Intimidasi juga terjadi saat Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli 
dituntut keluar untuk meminta maaf kepada massa FPI di luar gedung Tempo. Saat 
Arif memberikan penjelasan di atas mobil komando, ada seseorang yang 
menggunakan topi rimba dan menggunakan kemeja hijau mengambil kacamata Arif dan 
melemparkannya ke massa yang berada di sekitar mobil.

5. Anggota FPI yang berada di bawah mobil komando kembali melempar gelas air 
mineral ke arah Azul, sapaan Arif Zulkifli, yang masih berada di atas mobil 
komando ketika aksi protes terhadap karikatur Tempo berlangsung. "Di atas mobil 
komando, mereka memaksa saya meminta maaf. Seseorang merebut kacamata dari muka 
saya dan membuangnya ke arah massa. Dia memakai topi rimba dan jaket hijau, 
saya tidak kenal siapa dia," kata Azul.

DIAS PRASONGKO






    

Kirim email ke