Hebat bin luarbiasa.

https://www.merdeka.com/peristiwa/payungi-cucu-bung-karno-santri-pesantren-nurul-qodim-mengaku-terharu.html?utm_source=DFP-Recommended&utm_medium=Partnership%20Gus%20Ipul&utm_campaign=Artikel%20Gus%20Ipul&utm_content=payungi-cucu-bung-karno-santri-pesantren-nurul-qodim-mengaku-terharu
Payungi cucu Bung Karno, Santri Pesantren Nurul Qodim mengaku terharu

Kamis, 15 Maret 2018 06:02 Reporter : Nanang Ichwan
<https://www.merdeka.com/reporter/nanang-ichwan/>


Santri Ponpes Nurul qodim. ©2018 Merdeka.com

*Merdeka.com - *Bagi kalangan santri mendapat tugas dari kiai sangatlah
senang, apalagi jika tugas tersebut untuk menyambut cucu sulung Presiden
pertama RI, Bung Karno. Tentunya, sangat bersungguh-sungguh dan tulus
menjalankan tugas tersebut.

BERITA TERKAIT

   -

   Ke Kampung Kusta, Gus Ipul akan turunkan penderita kusta Jatim melalui
   program Jelita
   
<https://www.merdeka.com/peristiwa/ke-kampung-kusta-gus-ipul-akan-turunkan-penderita-kusta-jatim-melalui-program-jelita.html>
   -

   Beri kontribusi bagi perempuan, Fatma Gus Ipul puji Salimah Jatim
   
<https://www.merdeka.com/peristiwa/beri-kontribusi-bagi-perempuan-fatma-gus-ipul-puji-salimah-jatim.html>
   -

   Puti Guntur Kunjungi Pembuat Songkok Bung Karno
   
<https://www.merdeka.com/peristiwa/puti-guntur-kunjungi-pembuat-songkok-bung-karno.html>

Ungkapan itulah yang disampaikan Azzamzami, salah satu santri Pondok
Pesantren Nurul Qodim di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten
Probolinggo. Santri berusia 20 tahun itu salah satu dari 2000 santri di
pesantren yang mendapat tugas kiai untuk memayungi cucu Bung Karno ketika
menuju lokasi acara silaturahmi.

Zami, sapaan akrabnya mengaku, dirinya tidak menyangka jika bakal ditunjuk
untuk memayungi putri tunggal Guntur Soekarnoputra ketika berangkat menuju
lokasi acara di pesantren tersebut. Ia mengaku, ini kali pertamanya
mendapat tugas tersebut.

"Ini pertama kali mas, saya agak kaku karena beliau kan cucunya Bung Karno,
bapak Proklamator," ujar santri yang sudah 5 tahun mondok di Pesantren
tersebut, kepada merdeka.com, Rabu (14/3). Ia mengatakan, selain dirinya
seorang teman juga mendapat tugas yang sama, hanya saja memayungi Hj Fatma
Saifullah Yusuf, istri Gus Ipul.

Ia mengaku, tugas memayungi itu sebagai simbol penghormatan kepada para
tamu yang bersilaturahmi di pesantren yang di asuh KH Hasan Abdul Jalal.
Hanya saja, lanjut dia, tidak semua tamu kehormatan dipayungi ketika datang
di sini. "Setahu saya hanya Mbak Puti dan Bu Nyai Fatma ini," ungkapnya.

Meski demikian, santri asal Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran itu sempat
grogi ketika menjalankan tugas tersebut, namun ia mengaku bersyukur bisa
diselesaikan. "Alhamdulillah berjalan lancar mas," imbuhnya. Ia juga
mengaku, jika cucu Bung Karno itu sosok yang merakyat. "Buktinya, beliau
menyapa semua santri di sini, beliau mudah bergaul," tutupnya.

Kehadiran Puti bersilaturahmi di Pesantren Nurul Qodim Probolinggo
didampingi istri Gus Ipul, Hj Fatma Gus Ipul. Puti mengenakan pakai hitam
dengan kerudung hitam, sedangkan Nyai Fatma Saifullah Yusuf mengenakan
serba hitam.

Kehadiran keduanya di pesantren yang memiliki ribuan santri itu langsung
menuju kediaman Kiai untuk melakukan ramah tamah dan dialog kecil. Selepas
itu, Mbak Puti dan Bu Fatma menuju ke lokasi acara dengan didampingi para
pengasuh.

Ketika perjalanan ke lokasi itulah, keduanya dipayungi oleh santri. Istri
Joy Kameron dipayungi menggunakan payung warna kuning emas, sedangkan istri
Gus Ipul dipayungi mengenakan payung warna putih. *[hhw]*

Kirim email ke