----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Selasa, 20 Maret 2018 
08.11.09 GMT+1Judul: [nasional-list] Payungi cucu Bung Karno........
     

  
Hebat bin luarbiasa.


https://www.merdeka.com/peristiwa/payungi-cucu-bung-karno-santri-pesantren-nurul-qodim-mengaku-terharu.html?utm_source=DFP-Recommended&utm_medium=Partnership%20Gus%20Ipul&utm_campaign=Artikel%20Gus%20Ipul&utm_content=payungi-cucu-bung-karno-santri-pesantren-nurul-qodim-mengaku-terharu
 
Payungi cucu Bung Karno, Santri Pesantren Nurul Qodim mengaku terharu
 
Kamis, 15 Maret 2018 06:02 Reporter : Nanang Ichwan 
     
   
   - 
 
 Santri Ponpes Nurul qodim. ©2018 Merdeka.com 
 
Merdeka.com - Bagi kalangan santri mendapat tugas dari kiai sangatlah senang, 
apalagi jika tugas tersebut untuk menyambut cucu sulung Presiden pertama RI, 
Bung Karno. Tentunya, sangat bersungguh-sungguh dan tulus menjalankan tugas 
tersebut.
  
BERITA TERKAIT
    
   -    
 Ke Kampung Kusta, Gus Ipul akan turunkan penderita kusta Jatim melalui program 
Jelita 
 
   -    
Beri kontribusi bagi perempuan, Fatma Gus Ipul puji Salimah Jatim 
 
   -    
Puti Guntur Kunjungi Pembuat Songkok Bung Karno 
 
  
Ungkapan itulah yang disampaikan Azzamzami, salah satu santri Pondok Pesantren 
Nurul Qodim di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. 
Santri berusia 20 tahun itu salah satu dari 2000 santri di pesantren yang 
mendapat tugas kiai untuk memayungi cucu Bung Karno ketika menuju lokasi acara 
silaturahmi.
 
Zami, sapaan akrabnya mengaku, dirinya tidak menyangka jika bakal ditunjuk 
untuk memayungi putri tunggal Guntur Soekarnoputra ketika berangkat menuju 
lokasi acara di pesantren tersebut. Ia mengaku, ini kali pertamanya mendapat 
tugas tersebut.
 
"Ini pertama kali mas, saya agak kaku karena beliau kan cucunya Bung Karno, 
bapak Proklamator," ujar santri yang sudah 5 tahun mondok di Pesantren 
tersebut, kepada merdeka.com, Rabu (14/3). Ia mengatakan, selain dirinya 
seorang teman juga mendapat tugas yang sama, hanya saja memayungi Hj Fatma 
Saifullah Yusuf, istri Gus Ipul.
 
Ia mengaku, tugas memayungi itu sebagai simbol penghormatan kepada para tamu 
yang bersilaturahmi di pesantren yang di asuh KH Hasan Abdul Jalal. Hanya saja, 
lanjut dia, tidak semua tamu kehormatan dipayungi ketika datang di sini. 
"Setahu saya hanya Mbak Puti dan Bu Nyai Fatma ini," ungkapnya.
 
Meski demikian, santri asal Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran itu sempat 
grogi ketika menjalankan tugas tersebut, namun ia mengaku bersyukur bisa 
diselesaikan. "Alhamdulillah berjalan lancar mas," imbuhnya. Ia juga mengaku, 
jika cucu Bung Karno itu sosok yang merakyat. "Buktinya, beliau menyapa semua 
santri di sini, beliau mudah bergaul," tutupnya.
 
Kehadiran Puti bersilaturahmi di Pesantren Nurul Qodim Probolinggo didampingi 
istri Gus Ipul, Hj Fatma Gus Ipul. Puti mengenakan pakai hitam dengan kerudung 
hitam, sedangkan Nyai Fatma Saifullah Yusuf mengenakan serba hitam.
 
Kehadiran keduanya di pesantren yang memiliki ribuan santri itu langsung menuju 
kediaman Kiai untuk melakukan ramah tamah dan dialog kecil. Selepas itu, Mbak 
Puti dan Bu Fatma menuju ke lokasi acara dengan didampingi para pengasuh.
 
Ketika perjalanan ke lokasi itulah, keduanya dipayungi oleh santri. Istri Joy 
Kameron dipayungi menggunakan payung warna kuning emas, sedangkan istri Gus 
Ipul dipayungi mengenakan payung warna putih. [hhw]




    

Kirim email ke