wah, gimana bu Susi?  
 
https://www.merdeka.com/uang/menteri-susi-sebut-kuota-impor-garam-berlebihan-tak-sesuai-rekomendasinya.html
 
https://www.merdeka.com/uang/menteri-susi-sebut-kuota-impor-garam-berlebihan-tak-sesuai-rekomendasinya.html
 

 

 

 

 

 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180320172254-92-284504/kurang-pasokan-garam-1200-pekerja-dirumahkan?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop
 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180320172254-92-284504/kurang-pasokan-garam-1200-pekerja-dirumahkan?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop
 Kurang Pasokan Garam, 1.200 Pekerja 'Dirumahkan' SAH, CNN Indonesia | Selasa, 
20/03/2018 17:27 WIB 
 Bagikan :   
 Sebanyak 1.200 pekerja industri di wilayah Batam, Kepulauan Riau, terpaksa 
dirumahkan karena pengurangan produksi akibat kekurangan pasokan garam. (ANTARA 
FOTO/Moch Asim). 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 1.200 pekerja industri di wilayah Batam, 
Kepulauan Riau, terpaksa dirumahkan karena pengurangan produksi akibat 
kekurangan pasokan garam.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian 
Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono membenarkan hal tersebut. Namun, ia 
enggan merinci sektor industri yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 
itu.

Ia hanya menyebut jumlah pekerja yang dimiliki perusahaan tersebut mencapai 
3.000 orang. Namun, saat ini tersisa 1.800 pekerja.
 
 
 
 
 Lihat juga: 'Sengat Asin' Impor Garam
 
"Perusahaan yang kami berikan rekomendasi impor garam adalah perusahaan yang 
sudah kritis. Ada beberapa industri, seperti halnya di Batam, sudah berhenti 
produksi. Akibatnya, terjadi pengurangan karyawan dari 3.000 orang menjadi 
1.800 orang," tutur Sigit, Selasa (20/3).

Makanya, pelaku industri yang bersangkutan sangat mengapresiasi langkah 
pemerintah yang memberikan rekomendasi impor garam.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (GAPMMI) 
Adhi Lukman, industri makanan minuman paling kritis saat rekomendasi impor 
garam terkendala beberapa waktu lalu.
 Lihat juga: Hadirnya Wasit di Akhir Kemelut Impor Garam Industri
 
Memang, beberapa unit produksi terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan 
pasokan garam, seperti halnya bumbu masak dan mie instan.

Saat ini, kebutuhan garam untuk industri makanan dan minuman mencapai 535 ribu 
ton. Jumlah itu hanya 20 persen dari total kebutuhan garam industri yang 
sebesar 3,7 juta ton.

Untuk tahun ini, kata Adhi, stok garam untuk industri makanan minuman masih 
menggunakan sisa stok tahun lalu karena garam impor untuk industri tak kunjung 
datang.
 Lihat juga: Dunia Usaha 'Tepuk Tangan' Impor Garam Kembali ke Kemenperin
 
Dengan keluarnya rekomendasi impor garam industri dari Kemenperin, industri 
makanan-minuman kini menyiasati kekurangan stok garam tersebut dengan saling 
pinjam stok garam sampai garam impor datang.

"Kami hanya mengandalkan stok yang ada dengan saling pinjam antara unit, hal 
itu bisa memperpanjang nafas industri sampai impor garam datang," imbuh Adhi.

Sebelumnya, Kemenperin memastikan impor garam industri akan dilakukan sesuai 
kebutuhan, sehingga proses produksi sektor manufaktur tak terhenti. Di sisi 
lain, garam nasional akan digunakan sebagai garam konsumsi.
 Lihat juga: PP Impor Garam Terbit, Industri Dipastikan Tak Terhenti
 
"Jadi, pemerintah mengimpor garam untuk kebutuhan bahan baku industri-industri 
tersebut. Sedangkan untuk garam konsumsi, masih akan dipenuhi oleh industri 
garam nasional," tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Pernyataan ini disampaikan pasca penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai 
perubahan mekanisme impor garam industri. (bir) 


 
 




 
 

 

 

 

 

  



Kirim email ke