Masih banyak orang Arab yang menganggap bahwa TKW tak lebih dari budak belian 
yang bebas diperlakukan apa saja. Jadi, mereka merasa sah-sah saja menggauli 
TKW yang bekerja di rumahnya. Apalagi mereka merasa telah membayar sejumlah 
uang sebagai 'pembeli' kepada lembaga terkait....
Ini Penyebab TKW Diperkosa di Arab Saudi


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Ini Penyebab TKW Diperkosa di Arab Saudi

Kompasiana.com

Banyak kasus perkosaan yang menimpa para TKW di jazirah Arab, khususnya Arab 
Saudi. Pelaku biasanya adalah majik...
 |

 |

 |



18 Juli 2015   19:58 Diperbarui: 18 Juli 2015   19:58


Banyak kasus perkosaan yang menimpa para TKW di jazirah Arab, khususnya Arab 
Saudi. Pelaku biasanya adalah majikan dimana TKW itu bekerja.  Akibat dari 
perkosaan itu sangat fatal, jika didiamkan bisa membuat si korban menjadi 
stress, gila atau bunuh diri. Sedangkan jika membela diri hingga melukai atau 
membunuh pelaku, TKW tersebut justru terancam hukuman mati. Hukum di Arab Saudi 
memang sering berat sebelah, tanpa memandang latar belakang terjadinya suatu 
peristiwa. Namun ada baiknya kita mengetahui apa saja faktor yang mendorong 
timbulnya sebuah perkosaan.

Ada bebarapa alasan mengapa TKW mudah diperkosa. antara lain:

1. Perempuan Indonesia terasa 'sedap'

    Maaf, ini bukan melecehkan perempuan Indonesia. Hal ini justru diakui oleh 
pria di Arab Saudi yang telah 'mencicipi' perempuan Indonesia. Mereka 
mengatakan bahwa tubuh perempuan Indonesia terasa lebih sedap dibandingkan 
dengan perempuan-perempuan Arab. Mungkin ini disebabkan kejenuhan mereka 
terhadap profil perempuan Arab.

2. Perempuan Indonesia lemah

    Kebanyakan perempuan Indonesia lemah secara fisik. Mereka tidak hanya 
berpostur tubuh kecil, tetapi juga kurang bertenaga dibandingkan perempuan 
Arab. Karena itulah para TKW mudah diserang, tak berdaya walau hanya menghadapi 
satu orang. Ini membuka kesempatan bagi pria Arab untuk melakukan pelecehan 
seksual secara terus menerus.

3. Tempat tinggal yang eksklusif

    Rumah-rumah yang menjadi tempat tinggal orang Arab sangat tertutup bagi 
orang lain. TKW sulit berinteraksi dengan dunia luar. Bahkan mereka tidak bisa 
berkomunikasi dengan rekan sejawat atau mempunyai kontak ke kedutaan. Oleh 
sebab itu apa yang dialami oleh TKW sulit diketahui. Majikan seringkali 
menghalangi TKW untuk berhubungan dengan siapa saja.

4. Tidak menguasai bahasa Arab

    Ini adalah salah satu kesalahan yang fatal, karena TKW tidak akan mengerti 
apa yang dikatakan oleh majikan. Karena itu majikan menjadi sewenang-wenang, 
menganggap TKW adalah oarng yang bodoh, tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hal ini 
PJTKI adalah pihak yang paling bertanggung jawab karena memberangkatkan TKW 
tanpa pengetahuan bahasa yang memadai.

5. Kebiasaan buruk

    Ada saja TKW yang sulit melepaskan kebiasaan ketika berada di kampungnya, 
di Indonesia. Salah satunya, hanya mengenakan kutang ketika berada di 
kamar/rumah.  Hal itu memicu bangkitnya hawa nafsu laki-laki Arab yang tak 
biasa dengan pemandangan semcam itu.

6. Feodalisme

    Masih banyak orang Arab yang menganggap bahwa TKW tak lebih dari budak 
belian yang bebas diperlakukan apa saja. Jadi, mereka merasa sah-sah saja 
menggauli TKW yang bekerja di rumahnya. Apalagi mereka merasa telah membayar 
sejumlah uang sebagai 'pembeli' kepada lembaga terkait.

7. Lemahnya perlindungan hukum

    Ketika melakukan MOU soal TKW, pemerintah seharusnya memastikan apakah 
mereka mendapatkan perlindungan hukum, baik dari pemerintah Arab Saudi dan 
Pemerintah Indonesia. Kalau tidak ada jaminan keselamatan dan perlindungan 
hukum yang memadai, tak perlu ada pengiriman TKW.

Hapuskan stigma bahwa TKW adalah pahlawan devisa jika kita masih membiarkan 
pengiriman TKW yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sudah saatnya kita 
mengirim tenaga kerja yang lebih berkualitas dan lebih berpendidikan. Ini 
penting untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa di negara-negara petro 
dollar. Lebih baik lagi adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya di dalam 
negeri agar perempuan Indonesia tidak perlu mencari nafkah sebagai TKW ke 
jazirah Arab.

Kirim email ke