Tiongkok Ancam Aksi Militer Jika AS Teruskan RUU Terkait Taiwan C-5 | Rabu, 21 Maret 2018 | 10:15
http://sp.beritasatu.com/home/tiongkok-ancam-aksi-militer-jika-as-teruskan-ruu-terkait-taiwan/123298 Pendukung aktivis Taiwan Lee Ming-che yang dipenjara di Tiongkok, satu orang di borgol dan matanya ditutupi pita hitam, berbaris dalam demonstrasi di Taipei, Taiwan, Senin (19/3).[AP] Berita Terkait a.. Di Beijing, Trump Tampil Muka Dua b.. Xi :Taiwan Isu Sensitif untuk Tiongkok-AS c.. Tiba di Beijing, Trump Bahas Isu Korut dan Perdagangan d.. Pemecatan Tillerson Bentuk Kekacauan Gedung Putih e.. Merkel Minta UE Dikecualikan Pajak Impor AS [BEIJING] Tiongkok dilaporkan harus dan akan mengambil aksi militer sebagai respons atas rancangan undang-undang (RUU) Amerika Serikat (AS) terkait Taiwan. Usulan RUU itu datang dari Presiden AS Donald Trump untuk mendorong hubungan tingkat tinggi dengan para pejabat Taiwan. Berdasarkan surat kabar Tiongkok yang terafiliasi dengan pemerintah, The Global Times, RUU yang dikenal sebagai UU Perjalanan Taiwan, berlaku sejak Jumat lalu setelah Trump menandatangani RUU. Langkah itu memicu kemarahan Tiongkok yang menganggap Taiwan sebagai provinsi sebagai bagian dari satu Tiongkok. Menurut Global Times, para pengamat Tiongkok yang menyatakan negaranya tidak punya pilihan selain merespons dengan langkah balasan jika AS tetap mengambil langkah untuk meningkatkan hubungannya dengan pulau tersebut. Seorang peneliti di Institut Studi Amerika di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Liu Weidong, menyatakan militer Tiongkok akan melanjutkan pemeriksaan militer mengelilingi pulau itu serta mengirimkan lebih banyak kapal dan pesawat militer jika ada pasukan separatis kemerdekaan Taiwan melihat RUU AS itu sebagai sinyal pro-kemerdekaan. RUU AS dikeluarkan di saat Trump baru saja memberlakukan tarif perdagangan. AS mendesak Tiongkok untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan secara masif dengan AS dan telah sering meminta Beijing membantu menyelesaikan ketegangan dengan Korea Utara. Sebagai respons atas RUU itu, Tiongkok, Sabtu lalu, menyatakan menentang dengan tegas langkah AS dan menuntut AS memperbaiki kesalahannya. [CNBC/C-5]
