https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-
kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336
Kamis, 22 Mar 2018 01:35 WIB
Anak Muda Ini Hebat! Semenit Bisa
Kompres Data 42 GB
Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Share *0*
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
Tweet *0*
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
Share *0*
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
0 komentar
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#komentar>
Christopher Farrel sebelum berangkat ke Junction Tokyo 2018 (dok.
Indigo.id) Christopher Farrel sebelum berangkat ke Junction Tokyo 2018
(dok. Indigo.id)
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#>
<https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929767/anak-muda-ini-hebat-semenit-bisa-kompres-data-42-gb?_ga=2.86473873.825254785.1521658377-446834336.1521658377#komentar>
*Jakarta* - Anak SMA asal Yogyakarta ini luar biasa. Baru umur 18 tahun,
tapi ia bisa bikin teknik kompresi data yang mencengangkan. Bayangkan,
file 42 GB bisa menciut ukurannya hanya dalam waktu satu menit saja.
Pemuda ini bernama Christopher Farrel Millenio Kusuma. Ia rencananya
akan berangkat ke hackhaton bergengsi di Jepang, Junction Tokyo 2018
pada 23-25 Maret 2018 ini, untuk mempresentasikan teknologi kompresi
datanya itu.
Dengan disponsori Indigo Creative Nation, pelajar kelas XII itu akan
bertanding memperlihatkan teknologi kompresi data yang mampu meringkas
file ukuran jumbo itu dalam waktu singkat.
Selain itu, Farrel--panggilan akrabnya, juga mampu meringkas data
digital hingga 5% dari teknologi existing seperti WinZip dan RAR File
Extension, namun diklaim tanpa hilang sedikitpun datanya.
"Semoga dengan keberangkatan saya yang disponsori Indigo ini, akan
menjadi katalisator saya meraih mimpi saya. Sekaligus menunjukkan kepada
dunia bahwa Indonesia bisa," katanya di Jakarta.
*Baca juga: *Saatnya yang #MudaBergerak Membangun Indonesia
<https://inet.detik.com/read/2017/12/20/223357/3779043/398/saatnya-yang-mudabergerak-membangun-indonesia>
Bertajuk 'The Data Compressing with EG and Neural Network Algorithm for
Lossless Data', teknologi milik anak ini sebelumnya sudah pernah
dipresentasikan di hadapan Google, pada TensorFlow Dev Summit 2017 di
Amerika Serikat, Februari 2017.
Selepas itu, banyak pihak tertarik atas temuannya baik di dalam maupun
luar negeri. Puncaknya adalah adanya undangan Slush Asia guna menghadiri
ajang hackacton global tersebut.
Farrel melanjutkan, kompetisi tersebut menarik minatnya karena pesaing
relatif rendah hati dan saling membantu sekalipun tengah bersaing. Dia
berharap dan optimistis bisa memenangkan Junction Tokyo 2018.
*Baca juga: *Lima Anak Muda Ini Pulang Kampung Demi Bangun Indonesia
<https://inet.detik.com/read/2018/03/06/074907/3900355/398/lima-anak-muda-ini-pulang-kampung-demi-bangun-indonesia>
Sony Rachmadi Purnomo, CEO RUN System, yang juga mentor Farrel,
mengatakan, penemuan teknologi tersebut sangat akseleratif untuk anak
seumuran kelas akhir SMA.
Menurut dia, pihaknya pernah mengaudit file 11 GB dari pagi sampai sore
yang telah dikompresi. Hasilnya? Tidak ada satupun data hilang, padahal
data yang diringkaskan sangat banyak.
"Kami melihat algoritma yang dibuat Farrel sangat baik, bisa memahami
spesifikasi file yang ada. Dengan pendekatan artificial intelligence,
seolah mesin dengan mesin bisa bicara sehingga kompresi data menjadi
lebih canggih," katanya.
Anak Muda Ini Hebat! Semenit Bisa Kompres Data 42 GBFoto: dok. Indigo.id
Pimpinan startup binaan Indigo. id menambahkan, pihaknya berusaha
menjaga dengan baik potensi unik dan langka yang dimiliki Farrel, yang
sebenarnya tergolong belajar sendiri proses pemerograman.
Sebab, kata dia, sudah banyak pihak yang berusaha mengomersilkan temuan
riset itu dengan berbagai aneka skema bisnis. Akan tetapi, pihaknya
berusaha melindungi dulu teknologi itu dengan sudah mendaftarkan hak
ciptanya.
*Baca juga: *Tips Ampuh yang Baru Bikin Startup Digital
<https://inet.detik.com/read/2018/03/03/175713/3896577/398/tips-ampuh-yang-baru-bikin-startup-digital>
Head of Marketing & International Channel Indigo.id R. Bayu Hartoko
mengatakan, dalam membina kreativitas, apalagi untuk anak muda
secemerlang Farrel, mereka siap menyokong aktivitasnya di kancah
internasional.
"Ini adalah komitmen Indigo Creative Nation mendukung talenta Tanah Air
demi mengusung gerakan tagar Digitalizing Indonesia. Indigo buktikan
bahwa bukan hanya negara lain yang peduli memberdayakan orang-orang
brilian dari Indonesia, namun kami juga peduli membina mereka," katanya.
Bayu, sapaan karibnya, menambahkan, Indigo pun akan berusaha
mengupayakan dalam memantau dan membantu kemajuan Farrel. Pada saatnya
nanti, siap dalam mengupayakan akses pasar yang diperlukan Farrel.
*(rou/rou)*
startup <https://detik.com/tag/startup/>