Kemungkinan besar pernyataan Prabowo ini benar "80 persen tanah seluruh negara 
dikuasai hanya satu persen" tetapi berani taruhan potong rambut si Prabowo itu 
masuk kelompok satu persen yg beliau sebutkan itu bahkan satu persen dari satu 
persen.
Kutipan:Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik Prabowo mengenakan baju putih 
dan dengan tegas mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030. Sebelumnya 
mengatakannya, ia memberikan argumen salah satunya soal kedaulatan negara yang 
menurutnya 80 persen tanah seluruh negara dikuasai hanya satu persen oleh 
rakyat Indonesia. “Tidak enak kita bicara, tetapi sudah tidak ada waktu untuk 
kita pura-pura lagi,” kata Prabowo.




---In [email protected], <zeta_roza@...> wrote :

#Kalau dulu ada lyrik lagu lama yang pernah populer: ditakut-takuti lantas cari 
pahlawan lalu.... itu hebaat... Berlangsung ulang berulang dan tidak boleh ada 
yangmengunggulinya.. 
#Peradaban dan Keadilan melekat natural di dada masyarakat (nalar -fikiran 
Logis).. 
#Lebih baik transparan dan terbiasa dengan fakta nyata serta mudah belajar 
objtif - berargumentasi demi mencerdaskan budaya saling berfikiran Logis dan 
cinta RI 🤔 
#Berharap korupsi, KKN, TIDAK BERBENALU di PNS sehingga bisa menjadikan RI KAYA 
RAYA tetapi bukanlah ambruk oleh bangsa RI sendiri!! 🇮🇩 😘 💐 Bersatulah menjaga 
dan merawat RI!!! 😘 

--------------
Verzonden via Yahoo Mail op Android


Op wo, mrt. 21, 2018 om 20:57 schreef 'j.gedearka' j.gedearka@... 
[temu_eropa]<[email protected]>: 





https://nasional.tempo.co/read/1071699/prabowo-pidato-indonesia-akan-bubar-ini-nasehat-pengamat


Prabowo Pidato Indonesia akan Bubar, Ini 


Nasehat Pengamat
Reporter:
Alfan Hilmi
Editor:
Endri Kurniawati
Rabu, 21 Maret 2018 11:28 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya 
menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto gemar memberikan pernyataan 
kepada publik namun jarang muncul dalam perdebatan dan diskusi tentang 
kebijakan pemerintah. Ia menyarankan agar Prabowo turun langsung ke lapangan 
atau ikut berdiskusi mengenai kebijakan pemerintah.

Langkah itu dinilainya lebih baik ketimbang Prabowo hanya memberikan 
pernyataan-pernyataan yang dinilai Yunarto bombastis. “Lebih baik apabila 
Prabowo menawarkan solusi ketimbang hanya memberikan kritik terhadap 
pemerintahan sekarang,” kata Yunarto kepada Tempo, Rabu 21 Maret 2018.

Baca: Pengamat: Pidato Prabowo Bisa Jadi Bumerang Pilpres 2019 ...

Salah satunya pernyataan yang dinilai Yunanto bombastis adalah pidato Prabowo 
yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030. Ia mengatakan pidato itu 
memberikan kesan Prabowo pesimistis terhadap Indonesia. “Pernyataan seperti ini 
akan bisa kontraproduktif untuk dirinya sendiri secara elektoral.” Menurut dia, 
pidato itu sifatnya seperti propaganda, bicara hal besar, dan spekulatif.

Simak: Gerindra dan Semangat Order Baru Dalam Pilpres 2019

Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik Prabowo mengenakan baju putih dan dengan 
tegas mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030. Sebelumnya mengatakannya, ia 
memberikan argumen salah satunya soal kedaulatan negara yang menurutnya 80 
persen tanah seluruh negara dikuasai hanya satu persen oleh rakyat Indonesia. 
“Tidak enak kita bicara, tetapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura 
lagi,” kata Prabowo.

Dalam pidato yang diunggah di media sosial Gerindra, Prabowo mengatakan, "Di 
negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian bahwa Republik Indonesia sudah 
dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030."

Baca: Ini Pidato Prabowo Soal Prediksi Indonesia Bubar Tahun 2030

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan pernyataan Prabowo adalah 
peringatan untuk pemerintahan saat ini. "Itu namanya warning (peringatan). Kita 
ingin Indonesia lebih dari seribu tahun 2 ribu tahun. Selamanya sampai kiamat 
kalau perlu ya," kata Fadli di DPP Gerindra, Selasa, 20 Maret 2018.

Namun, jika cara memimpin Indonesia sama seperti saat ini bisa kacau. Fadli 
meminta masyarakat berkaca pada pengalaman Uni Soviet, sebagai negara kuat tapi 
terpecah setelah 70 tahun berdiri.

"(Uni Soviet) punya Red Army yang sangat kuat. Nah sekarang ini apa yg 
disampaikan Pak Prabowo itu warning jangan sampai salah jalan," ujarnya. Kalau 
salah jalan, Indonesia bisa bubar. Justru kita tidak ingin kita (Indonedia) itu 
bubar. Jangan sampai kita salah jalan."









Kirim email ke