*Tak ada agama yang inginkan perpecahan? Apakah Jusuf Kalla tidak
mengetahui **India pecah menjadi Pakistan dimana mayoritas peduduk beragama
Islam dan India mayoritas Hindu? ,Perpecahan merekq ini memakan ratusan
ribu jiwa. Kemudian Pakistan Timur dan Pakistan Barat pecah. Pakistan timur
menjadi Bangladesh, dan Pakistan Barat menjadi Pakistan. Prpejahan ini juga
memakan ribuan korban manusia diantaranya kurang lebih 100.000 wanita
Bangladesh diperkosa oleh tentara Pakistan. Hingga kini di Pakistan serin
terjadi pemboman Gereja-gereja, mesjid-mesjid kaum Shia dibom ketika orang
lagi beribadah. Indonesia juga punya andil dalam perpeccahan Yugoslavia,
yaitu dikirim Mujahiddiin ke Bosnia, Suharto malah datang ke Bosnia ketika
terjadi peperangan disana dengan menjanjikan untuk mendirikan mesjid di
Sarayevo**. *


*Itulah sedikit catatan tentang perpecahan berdasarkan agama. *

*Bagaimana dengan pengiriman Laskar Jihad dan Majelis Mujahiddin untuk
membasmi kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku 1998- 2002?*


http://id.beritasatu.com/national/jusuf-kalla-tak-ada-agama-yang-inginkan-perpecahan/173384


J*usuf Kalla: Tak Ada Agama yang Inginkan Perpecahan*
Selasa, 20 Maret 2018 | 10:24

*MANADO* - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka Sidang Majelis
Sinode (SMS) ke-79 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Grand Kawanua
Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Senin (19/3). SMS adalah persidangan empat
tahunan GMIM, gereja terbesar di Sulawesi Utara yang dihadiri 2.300 utusan
gereja. Pembukaan SMS ke-79 GMIM ditandai dengan penekanan tombol lonceng
gereja oleh Wapres Jusuf Kalla.

Wapres, didampingi antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulawesi
Utara Olly Dondokambey, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
(PGI) pendeta Henriette Lebang, dan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode
(BPMS) GMIM, pendeta Henny Sumakul.JJ

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyatakan agama pada dasarnya berbicara
tentang kedamaian dan tidak ada satu pun agama yang menginginkan perpecahan..

“Saya sangat menghargai kehidupan rukun dan damai di Sulawesi Utara.. Pada
saat konflik di sekitar daerah ini, Sulut tetap damai. Pola hidup yang
telah berjalan di Sulut tidak lepas dari peran serta GMIM,” katanya..

Wapres mengaku terhormat hadir dalam persidangan GMIM. Kehadirannya
sekaligus membuktikan Indonesia adalah Negara dengan penduduk yang beragam,
di antaranya agama dan budaya.

“Ini adalah kekuatan. Kita menjadi besar karena perbedaan. Kita meyakini
kebenaran masing-masing agama,” tegas Jusuf Kalla.

Berkaitan dengan pemilihan pengurus gereja, Jusuf Kalla menyatakan
demokrasi dapat berjalan dengan baik selama dilaksanakan dengan baik dan
jujur.

Wapres Jusuf Kalla berharap gereja bukan hanya hidup untuk dirinya sendiri,
tetapi juga untuk masyarakat. Gereja dan lembaga keagamaan lainnya
semestinya berkomitmen untuk memajukan kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat.


Menurutnya, kemajuan Provinsi Sulut tidak lepas dari partisipasi gereja.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pendeta di Sulawesi Utara dan
di Indonesia atas partisipasinya bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang menjadi ketua
panitia pelaksana SMS ke-79 GMIM mengatakan masyarakat Sulut majemuk dan
saling menghargai satu dengan yang lain. Masyarakat Sulut adalah masyarakat
yang paling toleran. *(b1/sp)*


[image: Wapres Jusuf Kalla.] Wapres Jusuf Kalla.

Berita Terkait

   -

   Wapres: RI Akan Balas Uni Eropa
   <http://id.beritasatu.com/agribusiness/wapres-ri-akan-balas-uni-eropa/173397>
   -

   Wapres: Data Pertanian Tak Sesuai Kenyataan di Lapangan
   
<http://id.beritasatu.com/agribusiness/wapres-data-pertanian-tak-sesuai-kenyataan-di-lapangan/172969>
   -

   Wapres Akan Gabungkan BNPB-Basarnas
   <http://id.beritasatu.com/home/wapres-akan-gabungkan-bnpb-basarnas/172901>
   -

   Wapres: RI Berkomitmen Upayakan Perdamaian Afghanistan
   
<http://id.beritasatu.com/home/wapres-ri-berkomitmen-upayakan-perdamaian-afghanistan/172599>
   -

   Universitas Asing Lebih Efisien daripada Mahasiswa ke LN
   
<http://id.beritasatu.com/home/universitas-asing-lebih-efisien-daripada-mahasiswa-ke-ln/171704>

Kirim email ke