Di artikel tidak tertulis kalau Jokowi minta solusi. Yang diharapkan kritik berdasarkan data. Jadi berdasarkan data (angka2), dikeluarkan kritik. Sulitnya data2 tidak tersedia secara umum. Kalau di negeri Belanda, Biro Pusat Statistik punya data2 lengkap, dan mereka juga membuat perhitungan berdasarkan usul2 perbaikan ekonomi dari berbagai partai. Rupanya mereka punya betul2 ahli di sana, kok perhitungan Biro Statistiek tidak dibantah.
2018-03-22 10:13 GMT+01:00 ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Kritik ya kritik saja, cari solusi itu sih tugas pemerintah. > Dikasih kritik kok minta solusi, lha buat apa Rakyat menggaji > pemerintah? > > Kocak Jokowi ini, katanya menegaskan beda kritik dengan cemoohan, > tapi pancingan Amien Rais malah dia samakan sebagai kritik. > > --- j.gedearka@... wrote: > > https://tirto.id/jokowi-kritik-jangan-asal-bunyi-harus-berbasis-data-cGxx > > Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di kantor Presiden, > Jakarta, Kamis (15/3/2018). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A. > 0 Shares > <?subject=Jokowi:%20Kritik%20Jangan%20Asal%20Bunyi,%20Harus%20Berbasis%20Data%20&body=https://tirto.id:443/jokowi-kritik-jangan-asal-bunyi-harus-berbasis-data-cGxx> > Sumber: antara > 21 Maret, 2018 * dibaca normal 1 menit * > > - Jokowi menegaskan ada perbedaan jelas antara kritik dengan celaan, > cemooh, hujatan, kenyinyiran, dan fitnahan > > *Jokowi meminta kritik terhadap pemerintah berbasis data dan bertujuan > mencari solusi untuk memperbaiki kebijakan.* > * tirto.id <https://tirto.id?utm_source=internal&utm_medium=Article> - * > Presiden Joko Widodo mengungkapkan pendapatnya mengenai kritik terhadap > pemerintah. Jokowi menyatakan kritik seharusnya berbasis pada data dan > tidak asal disampaikan. > > "Kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada. Tetapi, kritik > itu harus berbasis data. Kritik itu harusnya tidak asbun, asal bunyi, tidak > asal bunyi, tidak asal bicara," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam > Rapimnas Perindo II di JCC, Jakarta, Rabu malam (21/3/2018) seperti dikutip > Antara. > > Jokowi berpendapat kritik yang disampaikan kepada pemerintah semestinya > bertujuan untuk mencari solusi. Dia menambahkan kritik tersebut seharusnya > juga bermaksud memperbaiki kebijakan. > > Jokowi mengakui kritik penting bagi pemerintah untuk memperbaiki > kebijakan. "Belum tentu pemerintah itu benar. Kalau yang salah, ya mesti > ada yang mengingatkan dengan kritik," ujar dia. > > "Kritik itu juga penting, sekali lagi kritik itu juga penting untuk > memperbaiki kebijakan yang ada saat ini. Belum tentu pemerintah itu betul," > Jokowi menambahkan. > > Meskipun demikian, Jokowi menegaskan ada perbedaan jelas antara kritik > dengan celaan, cemooh, hujatan, kenyinyiran, dan fitnahan. > > "Tolong dibedakan kritik dengan mencela, beda itu. Bedakan kritik dengan > mencemooh, beda itu. Kritik dengan fitnah, kritik dengan nyinyir beda lagi. > Kritik dengan menghujat juga beda. Kritik dengan fitnah beda," kata Jokowi. > > Dia meminta agar semua pihak menjunjung tinggi sopan santun dan adat > ketimuran sehingga tidak saling menghujat dan mencemooh. Jokowi juga > menyerukan agar semua pihak tidak menyebar berita bohong dan ujaran > kebencian. > > "Kejujuran adalah keutamaan, kejujuran utama yang ditopang oleh perilaku > yang sopan dan santun sesuai dengan adat istiadat bangsa kita Indonesia > yaitu adat ketimuran, dan berdialog untuk menemukan cara terbaik bagi > rakyat dan bangsa yaitu dengan musyawarah," kata dia. > > Pernyataan Jokowi mengenai pendapatnya tentang kritik terhadap pemerintah > itu muncul di tengah menghangatnya polemik antara Luhut Pandjaitan dan > Amien Rais. Tapi, Jokowi tidak menyinggung polemik ini saat memberikan > sambutan di Rapimnas Perindo pada Rabu malam. > > Polemik itu mencuat usai Menko Bidang Kemaritiman tersebut mengeluarkan > pernyataan bernada ancaman yang terindikasi tertuju ke Amien Rais, pada > Senin lalu. Pernyataan Luhut itu keluar tak lama usai Amien menuding > program pembagian sertifikat tanah, yang digencarkan oleh pemerintah, > merupakan “pengibulan”. > > Baca juga: > > - Ancaman ke Pengkritik Jadi Blunder, Luhut Harus Tarik Ucapan > > <https://tirto.id/ancaman-ke-pengkritik-jadi-blunder-luhut-harus-tarik-ucapan-cGts> > - Tanggapan Istana Soal Polemik Luhut dan Amien Rais > <https://tirto.id/tanggapan-istana-soal-polemik-luhut-dan-amien-rais-cGxv> > > > > Baca juga artikel terkait JOKOWI > <https://tirto.id/q/jokowi-2?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword> > atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom > <https://tirto.id/author/addiidhom?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor> > (tirto.id - add/add) > > > >
