----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Chalik Hamid 
<[email protected]>; Sunny ambon <[email protected]>; 
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]>; K. Prawira <[email protected]>; Awind 
<[email protected]>; RKB <[email protected]>Terkirim: Kamis, 
22 Maret 2018 10.03.59 GMT+1Judul: Re: [nasional-list] Setya Novanto: Pramono 
Anung dan Puan Maharani terima USD 500 ribu
     

Jika berita ini Bukan HOAX dan atau Kampanye HITAM ..... , tetapi SUATU FAKTA 
maka Kita pun kita pun sudah lama bertanya -tanya dlam benak kita, bahwa:
....Pantesan PDI P bersama 7 ParPol lainnya  gigih ingin memaksakan Revisi 
Tambahan UUMD3 terutama yang menyangkut KRIMINALISASI WARGA / PUBLIK Yang 
MENGKRITIK  ( istilah mereka adalaPRESIDEN ( sbg Dalih yang Pimpinan-nya ) 
kendatipun akhirnya didalam Prakteiknya dinyatakan DAN DIPERLUAS  sebagai >  " 
MENGHINA DAN MERENDAHKAN MARTABAT anggauta DPR R.I./DPR D dan Anggouta PImpinan 
MKD dan sekali gus MKD nya ....) , karena ternyata PUAN memang bukan dan belum 
jadi PRESIDEN  ( dan Kita pasti bhw PUAN tak kan pernah bisa menjadi PRESDEN 
...) dan sekarang Kita tahu jelas secara Institusionil keseluruhannya Bagaimana 
dan Siapa sebenarnya yang MERENDAHKAN DAN MENGHINA MARTABAT MEREKA ...selain 
DIRI NYA SENDIRI MASING2  .....?
>> ..DAN JIKA INI SUATU FAKTA dan bukan HOAX....maka bisa dipredikt bahwa PDI P 
>> ( seperti juga GOLKAR dan DPR dibawah pimpinan S.NOVANTO ) tanpa disadarinya 
>> telah dan sedang menyiapkan LIANG KIBUR -NYA SENDIRI... terutama yang 
>> menyangkut VISI DAN IMIGAE MEREKA SEMUA dalam rangka PEMILU 2019 y.a.d  dan 
>> semua ini  disaksikan oleh dan menjadi Kesaksian Publik dan atau Warga 
>> (Pemilih ) Bangsa ini .........
Terlepas apakah itu HOAX ataupun FAKTA , dianjurkan dengan sangat  Agar bagi '' 
para POLITIKUS'' dari semua Fraksi...Jangan lagi selalu dan terus-menerus 
menyalahkan Warga dan Rakyat Pemilihnya yang sama sekali Tidak bersalah dan 
jangan berusaha terus-menerus mencari dan menggunakan berbagai Alabi HUKUM 
untuk  MENGAMBING HITAMKAN DAN MENGKRIMINALKAN WARGA BANGSANYA SENDIRI..!!
PEPATAH LAMA YANG BIJAK selalu memperingatkan : Barang siapa Menggali Lubang 
..Ia sendiri akan Terperosok Kedalamnya..
2018-03-22 8:48 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]>:

     

  



ApakahPuan dam Pramono akan menyangkal terima USD 500 ribu? Seandainyamereka 
terima uang USD 500 ribu, apakah mereka akan dihukum? Apakomentar Anda? Membisu 
karena tidak punya pendapat?





https://www.merdeka.com/ peristiwa/setya-novanto- pramono-anung-dan-puan- 
maharani-terima-usd-500-ribu. html?utm_source=Notification& 
utm_medium=Mdk-notif&utm_ campaign=Mdk-Notification

Setya Novanto: Pramono Anung danPuan Maharani terima USD 500 ribu

Kamis, 22 Maret 2018 10:00 Reporter :YunitaAmalia 
    
   
   - 

Wakil ketua MPR jadi saksi Setnov. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah 

Merdeka.com - Terdakwa korupsiproyek e-KTP, SetyaNovanto jalani sidang lanjutan 
di Pengadilan Tipikor, JakartaPusat, dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis 
(22/3). Pada sidangkali ini, mantan ketua DPR itu mengakui telah mengembalikan 
Rp 5miliar ke KPK terkait proyek e-KTP.
 
BERITA TERKAIT
    
   -    
 Setnov yakin Andi Narogong tak bohong kasih duit e-KTP ke Ganjar Pranowo 
 
   -    
Menanti Setya Novanto ungkap aktor lain dalam kasus e-KTP 
 
   -    
Novanto hadirkan 2 politkus Golkar jadi saksi meringankan di sidang e-KTP 
 

Nominal tersebut, berasal dari Johannes Marliem, Direktur PTBiomorf Lone selaku 
vendor penyedia AFIS merek L-1, yang ditampung diIrvanto Hendra Pambudi Cahyo, 
tersangka kasus yang sama.

"Melalui persidangan ini atas kesadaran sendiri melalui istrisaya, saya telah 
melakukan pengembalian uang sebesar Rp 5 miliar kerekening KPK, saya lakukan 
itu sebagai pertanggungjawaban saya,"ujar Novanto, Kamis (22/3).

Selain mengaku telah mengembalikan uang, Novanto juga mengakuiadanya realisasi 
pemberian uang ke sejumlah pihak, termasuk Komisi IIDPR dan Ketua Fraksi.

Adanya realisasi tersebut diketahui Novanto dari Made Oka saatberkunjung ke 
kediamannnya bersama dengan Andi Agustinus alias AndiNarogong. Saat itu, Made 
mengatakan jatah untuk orang-orang di DPRtelah dieksekusi. Uang korupsi 
tersalur melalui Andi dan IrvantoHendra Pambudi Cahyo, keponakan SetyaNovanto.

"Untuk Komisi II, Pak Chairuman sejumlah USD 500 ribu danuntuk Ganjar sudah 
dipotong oleh Chairuman dan untuk kepentinganpimpinan Banggar sudah sampaikan 
juga ke Melchias Mekeng USD 500ribu, Tamsil Linrung USD 500 ribu, Olly 
Dondokambey USD 500 ribu, diantaranya melalui Irvanto," ujarnya merinci.

"Ada juga ke Pramono Anung dan Puan Maharani USD 500 ribu,"imbuhnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengatakan, sempatmempertanyakan 
kepada Andi alasan Irvanto sebagai perantara realisasijatah bagi korupsi proyek 
e-KTP.

"Katanya dia (Irvanto) sebagai kurir karena dia mau saya(Andi) janjikan 
pekerjaan e-KTP," tukasnya. [rnd]

Baca Juga:

MenantiSetya Novanto ungkap aktor lain dalam kasus e-KTP

EkspresiAndi Narogong saat kembali diperiksa KPK

Kasuse-KTP, KPK periksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri

Disidang e-KTP, JPU KPK kembali ungkit kasus 'papa minta saham'

Novantohadirkan 2 politkus Golkar jadi saksi meringankan di sidang e-KTP

Sidanglanjutan korupsi e-KTP, kubu Novanto hadirkan 4 saksi meringankan

Mempreteliakal-akalan Fredrich, Bimanesh dan Setnov di RS Medika 






   

    

Kirim email ke