Taiwan akan berikan pelajaran bahaya China pada generasi muda
 Sabtu, 24 Maret 2018 12:53 WIB
 
Ilustrasi - Anggota kelompok kemerdekaan Taiwan berpawai dengan bendera 
diantara kelompok pendukung pro-Tiongkok, saat aksi menuntut penyatuan kembali 
yang damai, enam hari sebelum upacara pelantikan presiden terpilih Tsai 
Ing-wen, di Taipei, Taiwan, Sabtu (14/5/2016). (REUTERS/Tyrone Siu)



Taipei (ANTARA News) - Sebuah lembaga pemerintah Taiwan yang bertanggung jawab 
terhadap kebijakan dengan China, Jumat, menyampaikan bahwa Taiwan harus 
memberikan pengetahuan kepada generasi mudanya akan risiko yang ditimbulkan 
oleh China, yakni tidak ada kebebasan atau demokrasi.

Di tengah memburuknya hubungan politik antara Beijing dan Taipei, China telah 
meningkatkan upayanya untuk memenangkan demografi kunci Taiwan atau generasi 
muda misalnya menawarkan insentif untuk mendirikan bisnis di China.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya dan menganggap orang-orang 
dari pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai warga negara China.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan untuk membahas sesi 
parlementer yang baru-baru ini diakhiri di China, Dewan Urusan Daratan Taiwan 
mengatakan pemerintah harus melakukan upaya untuk melawan China yang mencoba 
untuk menarik bakat personal, seperti siswa dan guru.

"Beberapa anggota dewan mengatakan bahwa pemuda di Taiwan memiliki perasaan 
besar pada demokrasi dan kebebasan, berbeda dengan lingkungan di masyarakat 
China daratan yang tidak memiliki perasaan tersebut," katanya.

"Pemerintah dapat memperkuat dan memamerkan keunggulan Taiwan, dan membantu 
kaum muda memahami risiko yang mungkin terjadi."

Taiwan adalah salah satu isu yang paling sensitif di China, dan permusuhan 
keduanya telah meningkat sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokrat yang 
pro-kemerdekaan memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2016.

China khawatir dia ingin mendorong kemerdekaan formal, meskipun Tsai mengatakan 
dia ingin mempertahankan status quo dan perdamaian.

Presiden China Xi Jinping pada hari Selasa memperingatkan Taiwan akan 
menghadapi "hukuman sejarah" untuk setiap upaya separatisme yang dilakukan, 
sebuah peringatan terkuatnya ke pulau itu.

China juga marah dengan undang-undang baru Amerika Serikat yang mendorong 
kontak dan pertukaran antara pejabat AS dan Taiwan meskipun mereka tidak 
memiliki ikatan formal.

Komitmen AS untuk Taiwan tidak pernah lebih kuat dan pulau ini menjadi 
inspirasi bagi kawasan Indo-Pasifik lainnya, kata seorang diplomat senior AS di 
Taipei pekan ini, demikian Reuters.

(R029/O001) 
Pewarta: SYSTEM
Editor: Unggul Tri Ratomo

Kirim email ke