https://nasional.tempo.co/read/1072931/opsi-golkar-soal-cawapres-jokowi-eva-sundari-jangan-memaksa
Opsi Golkar Soal Cawapres Jokowi, Eva Sundari:
Jangan Memaksa
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Kodrat Setiawan
Sabtu, 24 Maret 2018 19:49 WIB
Anggota DPR RI fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari. Tempo/Tony hartawan
<https://statik.tempo.co/data/2013/09/27/id_223763/223763_620.jpg>
Anggota DPR RI fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari. Tempo/Tony hartawan
TEMPO.CO, Jakarta - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva
Sundari menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung
Laksono soal calon wakil presiden Joko Widodo alias cawapres Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/cawapres-jokowi> dari Golkar harga mati.
Menurut Eva, ihwal cawapres Jokowi semestinya dikembalikan kepada
preferensi sang inkumben.
"Semua yang penting Pak Jokowi, enggak boleh orang memaksa seperti itu,"
ujar Eva di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Maret
2018.
*Baca juga: Opsi Golkar Soal Cawapres Jokowi, Arsul Sani PPP: Belum
Waktunya
<https://nasional.tempo.co/read/1072898/opsi-golkar-soal-cawapres-jokowi-arsul-sani-ppp-belum-waktunya>*
Dalam Rakernas Golkar kemarin, Agung mengatakan cawapres Jokowi dari
Golkar adalah harga mati. Jika Golkar tidak mendapat posisi cawapres,
Agung meminta penambahan kursi Golkar di kabinet.
Eva mengingatkan bahwa keputusan memilih cawapres mestilah didasari oleh
kepentingan bersama, bukan hanya salah satu pendukung. "Kalau semua
pendukung pakai logika seperti itu, enggak jalan dong pemerintahan ini."
Menurut dia, meski partai-partai pengusung Jokowi mengatakan telah
mengantongi beberapa nama yang berpotensi sebagai cawapres, yang
terpenting adalah preferensi dari sang presiden. Menurut Eva, Jokowi
tentu akan mengambil tokoh yang menambah elektabilitasnya. "Itu tidak
harus ketua umum partai," ujarnya.
Pertimbangan lain, kata dia, cawapres Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/cawapres-jokowi> tersebut bisa menambah
kekuatan dukungan di Dewan. Syarat lain, kata Eva, cawapres Jokowi
adalah tokoh yang bisa membentuk pemerintahan yang kuat dengan presiden.
------------------------------------------------------------------------