Sandiaga Uno Sebut Alasan Rusun Era Ahok di KS Tubun Belum DihuniReporter:  
Syafiul HadiEditor:  Dwi ArjantoMinggu, 25 Maret 2018 10:47 WIB 
04_laput_RusunawaKSTubun

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan penyebab 
(rumah susun) Rusun KS Tubun yang menjulang didirikan di era Gubernur Basuki 
Tjahaja Purnama atau Ahok sampai kini belum dihuni.

Penyebab rusun itu belum ditempati adalah aturan yang belum di sepakati. 
Sandiaga Uno mengatakan pemerintah provinsi DKI saat ini tengah mengkaji hal 
tersebut.

"Salah satu masukannya beberapa daerah di situ yang akan ditata dan warga di 
sana bisa menggunakan Rusun KS Tubun," ujar Sandiaga Uno di Masjid At Taqwa, 
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Maret 2018.

Baca : Pengakuan Mengejutkan Pekerja Soal Kecelakaan Rusun Pasar Rumput

Menurut Sandiaga Uno, pemerintah ingin kebijakan yang diambil di Rusun KS Tubun 
sesuai dengan peraturan daerah yang tengah digodok. Selain itu, kata dia, perda 
tersebut juga harus sesuai dengan penataan yang dilakukan. "Kami menunggu 
perdanya, tapi kami ingin optimalisasi. Mungkin bentuknya, sembari menunggu 
Perda seperti apa," tutur Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menegaskan Rusun KS Tubun yang saat ini telah selesai dibangun 
tetap harus ditempati. Pemerintah juga tengah menimbang biaya sewa di rusun 
tersebut. "Daerahnya sangat strategis gitu. Di situ ditawarkan dua juta juga 
banyak yang mau," ucap Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno berujar Rusun KS Tubun nantinya akan diutamakan untuk warga yang 
belum memiliki akses perumahan. "Buat kami sih bisa dimanfaatkan oleh warga," 
tutur Sandiaga Uno lagi.

Rusun KS Tubun yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat ini 
dibangun sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kompleks 
bangunan dengan cat warna-warni mencolok ini baru selesai dibangun beberapa 
bulan lalu.

Kirim email ke