pakai daun apa saja ya merusak iman

---In [email protected], <marthajan04@...> wrote :

 

 Daun Palma Merusak Iman
 24 Maret 2016   11:31 Diperbarui: 24 Maret 2016   15:45  365  6 0
  
 Sebetulnya tak ada yang disebut "Ritus Daun Palma;" Gereja Kuno tak mengenal 
ritus tersebut. Penggunaan daun palma, sebetulnya bisa gunakan daun apa pun, 
diawal Pekan Suci (sesuai Kalender Liturgi Gereja, biasanya pada Gereja Katolik 
dan Ortodoks) merupakan simbolisasi peristiwa Yesus masuk ke Kota Yerusalem.
 Ketika itu, Yesus dan murid-murid-Nya disambut dengan hamparan "karpet" 
pakaian or jubah luar, dan orang-orang memegang daun sambil berseru, "Hosana, 
mubaraklah Raja ....". Sambutan luar biasa tersebut sebagai ungkapan syukur 
atas kehadiran-Nya di antara rakyat yang tertindas dan termarginal. Sehari 
kemudian, orang-orang yang nyaris sama itu, berseru, "Salibkan Dia ....."
 Kini, sejak minggu lalu Gereja Katolik (dan Orthodoks) masuk Pekan Suci, 
rentang waktu seputaran Jumat Agung dan Paskah (Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat 
Agung, Sabtu Teduh, dan Minggu Paskah), ada "hamparan" daun palma di sekitaran 
Gereja; daun palma yang dibawa oleh umat.  Ada rangkaian doa-doa khusus dan doa 
puasa di Gereja, umat yang datang, membawa daun palma, menyisip di salah satu 
sudut atau halaman Gereja.
 Penuhnya sudut dan halaman Gereja dengan daun palma, agaknya telah menjadikan 
banyak orang terganggu imannya.
 Laman Medsos Keuskupan Agung Jakarta menyatakan,
 “Masih saja ada kelompok intoleran yang mengusik Kekhusukan Minggu Palma."
 Sejumlah orang di sekitar Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri mengaku 
terusik oleh atribut daun palma di depan gereja. Menurut mereka daun-daun palma 
tersebut dapat mengganggu iman pemeluk agama lain di sekitar wilayah itu yang 
mayoritas Muslim.
 Daun palma yang digunakan Gereja Katolik jadi ajang untuk mempengaruhi iman 
orang kampung di sekelilingnya dan menuntut dicopotnya atribut palma tersebut. 
Jika memandang daun palma akan mempengaruhi keimanan muslim."
 ===
 Info dari beberapa teman INDONESIA HARI INI, menyatakan bahwa kelompok "iman 
terganggu karena lihat daun palma" tersebut tadinya berupaya untuk merusak atau 
mencabut daun palma dari halaman gereja; namun pihak keamanan dapat 
mengendalikan keadaan, akibatnya kelompok intoleran tersebut melancarkan 
aksinya.
 Lucu memang; memang lucu. 
 Membaca news dan mendengar info tentang penolakan daun palma karena bisa 
mengganggu iman, sebetulnya bukan hal baru. Pola seperti itu, sama halnya 
dengan penolakan terhadap pernik-pernik Natal yang dituding bisa memurtadkan 
umat. Juga, hampir sama dengan keluhan seorang rekan; jelang Natal, ia memasang 
lampu kelap kelip pada pohon depan rumahnya, langsung diprotes, karena dituding 
mengganggu lingkungan.
 Timbul tanya; apa yang menjadikan orang langsung berpikir dan menuding bahwa 
sejumlah benda, ikon, atribut bisa mempengaruhi iman atau keimanan seseorang!? 
Apakah iman begitu lemah dan mudah luntur hanya karena melihat benda-benda 
tertentu!?
 Atau, apa yang sebetulnya terjadi pada kita; ya kita, umat beragama di 
Indonesia!? Sehiggga begitu sensitif terhadap apa-apa yang ada orang lain, umat 
berbeda agama sehingga dengan mudah menuding serta menolak.
 Agaknya, banyak di antara orang Indonesia masih belum dewasa secara iman; 
mungkin saja sudah lama menjadi umat beragama, dan stop disitu. Selayaknya 
durasi lama sebagai umat beragama berdampak pada kedewasaan iman; kedewasaan 
iman yang menunjukkan saling menghormati, menghargai, memahami, mengasihi 
sesama umat manusia.
 Prihatin.
  
 
 OPA JAPPY - FOTO KATOLIK NEWS
 

 

 


Kirim email ke