Kutipan : Jika memandang daun palma akan mempengaruhi keimanan muslim." Wah, wah, apa ya begitu lemah imannya ? Apa lagi kalau lihat wanita cantik, tidak berjibab ?
2018-03-26 5:55 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > Daun Palma Merusak Iman > > 24 Maret 2016 11:31 Diperbarui: 24 Maret 2016 15:45 365 6 0 > > > > Sebetulnya tak ada yang disebut "Ritus Daun Palma;" Gereja Kuno tak > mengenal ritus tersebut. Penggunaan daun palma, sebetulnya bisa gunakan > daun apa pun, diawal Pekan Suci (sesuai Kalender Liturgi Gereja, biasanya > pada Gereja Katolik dan Ortodoks) merupakan simbolisasi peristiwa Yesus > masuk ke Kota Yerusalem. > > Ketika itu, Yesus dan murid-murid-Nya disambut dengan hamparan "karpet" > pakaian or jubah luar, dan orang-orang memegang daun sambil berseru, > "Hosana, mubaraklah Raja ....". Sambutan luar biasa tersebut sebagai > ungkapan syukur atas kehadiran-Nya di antara rakyat yang tertindas dan > termarginal. Sehari kemudian, orang-orang yang nyaris sama itu, berseru, > "Salibkan Dia ....." > > Kini, sejak minggu lalu Gereja Katolik (dan Orthodoks) masuk Pekan Suci, > rentang waktu seputaran Jumat Agung dan Paskah (Rabu Abu, Kamis Putih, > Jumat Agung, Sabtu Teduh, dan Minggu Paskah), ada "hamparan" daun palma di > sekitaran Gereja; daun palma yang dibawa oleh umat. Ada rangkaian doa-doa > khusus dan doa puasa di Gereja, umat yang datang, membawa daun palma, > menyisip di salah satu sudut atau halaman Gereja. > > Penuhnya sudut dan halaman Gereja dengan daun palma, agaknya telah > menjadikan banyak orang terganggu imannya. > > Laman Medsos Keuskupan Agung Jakarta menyatakan, > > “Masih saja ada kelompok intoleran yang mengusik Kekhusukan Minggu Palma." > > Sejumlah orang di sekitar Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri mengaku > terusik oleh atribut daun palma di depan gereja. Menurut mereka daun-daun > palma tersebut dapat mengganggu iman pemeluk agama lain di sekitar wilayah > itu yang mayoritas Muslim. > > Daun palma yang digunakan Gereja Katolik jadi ajang untuk mempengaruhi > iman orang kampung di sekelilingnya dan menuntut dicopotnya atribut palma > tersebut. Jika memandang daun palma akan mempengaruhi keimanan muslim." > > === > > Info dari beberapa teman INDONESIA HARI INI, menyatakan bahwa kelompok > "iman terganggu karena lihat daun palma" tersebut tadinya berupaya untuk > merusak atau mencabut daun palma dari halaman gereja; namun pihak keamanan > dapat mengendalikan keadaan, akibatnya kelompok intoleran tersebut > melancarkan aksinya. > > Lucu memang; memang lucu. > Membaca news dan mendengar info tentang penolakan daun palma karena bisa > mengganggu iman, sebetulnya bukan hal baru. Pola seperti itu, sama halnya > dengan penolakan terhadap pernik-pernik Natal yang dituding bisa > memurtadkan umat. Juga, hampir sama dengan keluhan seorang rekan; jelang > Natal, ia memasang lampu kelap kelip pada pohon depan rumahnya, langsung > diprotes, karena dituding mengganggu lingkungan. > > Timbul tanya; apa yang menjadikan orang langsung berpikir dan menuding > bahwa sejumlah benda, ikon, atribut bisa mempengaruhi iman atau keimanan > seseorang!? Apakah iman begitu lemah dan mudah luntur hanya karena melihat > benda-benda tertentu!? > > Atau, apa yang sebetulnya terjadi pada kita; ya kita, umat beragama di > Indonesia!? Sehiggga begitu sensitif terhadap apa-apa yang ada orang lain, > umat berbeda agama sehingga dengan mudah menuding serta menolak. > > Agaknya, banyak di antara orang Indonesia masih belum dewasa secara iman; > mungkin saja sudah lama menjadi umat beragama, dan stop disitu. Selayaknya > durasi lama sebagai umat beragama berdampak pada kedewasaan iman; > kedewasaan iman yang menunjukkan saling menghormati, menghargai, memahami, > mengasihi sesama umat manusia. > > Prihatin. > > > > OPA JAPPY - FOTO KATOLIK NEWS > > > > > >
