https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916
Senin, 26 Mar 2018 21:44 WIB
Rizal Ramli 'Kepret' Sri Mulyani Lagi
Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#komentar>
Rizal Ramli (Foto: Lamhot Aritonang) Rizal Ramli (Foto: Lamhot Aritonang)
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3938152/rizal-ramli-kepret-sri-mulyani-lagi?_ga=2.49035430.1411574584.1522083916-220234792.1522083916#komentar>
*Jakarta* - Pemerintah beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan
penggunaan kartu kredit untuk pembelanjaan dan pembayaran
Kementerian/Lembaga yang menggunakan anggaran pendapatan belanja negara
(APBN).
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli
<https://finance.detik.com/moneter/d-3937799/ini-pesan-rizal-ramli-untuk-deputi-dan-gubernur-baru-bi?_ga=2.68460053.503537135.1521424169-1301841912.1507698642>
mengungkapkan heran dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati tersebut meskipun kebijakan tersebut
untuk modernisasi pelaksanaan anggaran.
"Saya bingung Menteri Keuangan mengeluarkan aturan pakai kartu kredit,
bagaimana biaya transaksinya kan besar, bunga kredit tinggi bisa 30%.
Tidak ada di negara lain transaksi kenegaraan pakai kartu kredit.
Jangan-jangan ada likuiditas missmatch," ujar Rizal Ramli
<https://finance.detik.com/moneter/d-3937611/bahas-calon-gubernur-bi-dpr-panggil-rizal-ramli-cs?_ga=2.68460053.503537135.1521424169-1301841912.1507698642>
di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (26/3/2018).
*Baca juga: *Risau Krisis, Rizal Ramli Minta BI Jujur Sampaikan Data
Ekonomi
<https://finance.detik.com/read/2018/03/26/190516/3937926/5/risau-krisis-rizal-ramli-minta-bi-jujur-sampaikan-data-ekonomi>
Dia meminta DPR untuk menegur Kementerian Keuangan yang mengeluarkan
kebijakan transaksi kartu kredit tersebut. "Kami minta DPR untuk galakan
dikit gitu," kata dia.
Rizal Ramli
<https://news.detik.com/berita/d-3917073/si-rajawali-ngepret-rizal-ramli-siapkan-jurus-baru-untuk-nyapres?_ga=2.68460053.503537135.1521424169-1301841912.1507698642>
juga mengatakan, Menteri Keuangan saat ini kurang memiliki inovasi dalam
pembayaran utang negara yang sudah tembus Rp 4.000 triliun. Menurut dia,
pemerintah seharusnya bisa menukar utang bunga mahal dengan bunga yang
murah.
*Baca juga: *Rizal Ramli Panen Raya Padi di Banten
<https://foto.detik.com/readfoto/2018/02/13/193239/3865770/464/1/rizal-ramli-panen-raya-padi-di-banten>
Dia menyebut, Sri Mulyani jangan hanya berbicara soal ekonomi prudent,
padahal semuanya defisit seperti neraca perdagangan, neraca pembayaran
dan primer balance.
"Itu buat primer balance negatif dan sudah lampu kuning. Kalau Menkeu
katakan prudent, come on 1998 defisit kita kecll, tapi begitu ada angin
topan langsung krisis. Jadi saya minta Menkeu jangan sembarangan, jangan
ngomong prudent, kalau primer balance positif bukan gali lobang dan
bikin lobang lebih dalam," ujar dia. *(dna/dna)*