https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri
Senin, 26 Mar 2018 21:34 WIB
Jadi Pakar di DPR, Rizal Ramli Soroti Defisit
APBN Hingga Utang RI
Eduardo Simorangkir - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#komentar>
Foto: Pool Foto: Pool
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#>
<https://finance.detik.com/moneter/d-3938140/jadi-pakar-di-dpr-rizal-ramli-soroti-defisit-apbn-hingga-utang-ri#komentar>
*Jakarta* - Ekonom atau mantan Menko Maritim Kabinet Kerja, Rizal Ramli
hari ini hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi XI DPR
RI untuk diminta masukan soal calon Deputi dan Gubernur Bank Indonesia
(BI) yang baru. Rizal Ramli yang hadir dalam kapasitasnya sebagai pakar
bidang ekonomi menyoroti tentang kelemahan struktural dalam makro
ekonomi Indonesia sebagai tantangan bagi Gubernur dan Deputi BI yang baru.
Beberapa hal yang disorotinya dimulai dari defisit neraca perdagangan
(ekspor-impor) yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut, di mana
pada Januari 2018 tercatat sebesar US$ -0,68 miliar. Selain itu, hal
lain yang disoroti mantan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurahman
Wahid itu mengenai defisit transaksi berjalan yang tercatat US$ 5,8
miliar), pembayaran cicilan pokok dan bunga utang yang tahun ini
mencapai Rp 800-an triliun hingga defisit neraca keseimbangan primer
atau APBN yang pada tahun 2017 tercatat minus Rp 68,2 triliun.
"Tentang utang, kurang lebih 50% dimiliki asing dan sebagian besar
tenornya berjangka pendek. Kondisi ini menyebabkan kerentanan
(vulneranilibity) dalam pasar uang. Karena itu secara bertahap, BI dan
pemerintah harus kreatif melakukan restrukturisasi utang, renegosiasi ke
negara-negara kreditor untuk mengubah tenor utang dari jangka pendek ke
jangka panjang. Bila berhasil, ini akan meningkatkan kestabilan keuangan
dan juga dapat menurunkan tingkat bunga domestik," katanya dalam
keterangan resmi, seperti dikutip Senin (26/3/2018).
*Baca juga: *Risau Krisis, Rizal Ramli Minta BI Jujur Sampaikan Data
Ekonomi
<https://finance.detik.com/read/2018/03/26/190516/3937926/5/risau-krisis-rizal-ramli-minta-bi-jujur-sampaikan-data-ekonomi>
Rizal Ramli juga menyoroti ketimpangan kredit yang saat ini sebagian
besar atau 83% kredit hanya mengalir ke bisnis besar, sedangkan sisanya
17% ke bisnis menengah dan rakyat.
"BI bersama OJK harus dapat mengubah dalam 3 tahun ini struktur kredit
menjadi 70% ke bisnis besar dan 30% untuk bisnis menengah dan kecil.
Dengan ini pendalaman pasar uang malah akan dapat terjadi karena bisnis
besar dapat menggali permodalan dari menjual saham dan menerbitkan surat
utang," katanya.
Rizal Ramli berharap hasil RDPU Komisi XI DPR RI tidak hanya memberikan
rekomendasi yang normatif bagi Gubernur dan Deputi BI terpilih nanti.
"DPR harus memberikan target yang tinggi dan jelas. Seperti menugaskan
BI dalam penanggulangan berbagai defisit, dalam restrukturisasi tenor
utang, dan mengubah struktur kredit yang timpang. Dan yang paling
penting, BI harus berani memberikan data yang benar kepada publik.
Katakan kebenaran meskipun kadang itu menyakitkan," pungkasnya.
*Baca juga: *Ini Pesan Rizal Ramli Untuk Deputi dan Gubernur Baru BI
<https://finance.detik.com/read/2018/03/26/180848/3937799/5/ini-pesan-rizal-ramli-untuk-deputi-dan-gubernur-baru-bi>
*(eds/dna)*