Pak Jokowi, terus bagikan sertifikat tanah untuk rakyat, agar rakyat terus 
menikmati kemerdekaan ini. Biarkan si tuabangka Amien Rais terus menggongong 
mengatakan itu mengibulan. Anjing menggonggong kafilah terus berlalu
   ----- Pesan yang Diteruskan ---- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 26 Maret 2018 19.22.36 GMT+2Judul: 
[perhimpunanpersaudaraan] Ketika Jokowi Geram Dibilang Ngibul
     
 


 
 
https://nasional.tempo.co/read/1073538/ketika-jokowi-geram-dibilang-ngibul?
 
AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1
 
 
 Ketika Jokowi Geram Dibilang Ngibul 
   Reporter: 
Bisnis.com
   Editor: 
Widiarsi Agustina
  Senin, 26 Maret 2018 21:37 WIB     0 komentar     11002       
   -    
 
           
   -      
 
   -    
 
   -    
 
       
Gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat warga memotret dirinya dalam acara 
pembagian sertifikat tanah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 26 Maret 
2018. Dalam kunjungan hari kedua di Kalimantan Selatan, Jokowi membagikan Kartu 
Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga sertifikat 
tanah. Foto: Biro Pers Setpres
  
TEMPO.CO, Banjarbaru - Presiden Jokowi menegaskan langkah percepatan penerbitan 
sertifikat pemilikan tanah bukanlah suatu kebohongan.
 
Ketika mengunjungi GOR Rudy Resnawa, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk 
membagikan sekitar 5.640 sertifikat, Jokowi meminta masyarakat mengangkat 
tangan untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar diberikan sertifikat oleh 
pemerintah.
 
"Karena ada yang bilang ini (pembagian sertifikat) pengibulan, enggak ada itu. 
Ini beneran. Dulu-dulu biasanya hanya seremoni di depan ini. Makanya saya suruh 
angkat sertifikat," ucapnya, Senin, 26 Maret 2018.
 
Baca: Tudingan Amien Rais Soal Tanah, Ini Kata Sofyan Djalil
   
Dalam segala kesempatan ketika membagikan sertifikat di daerah, Jokowi selalu 
menekankan adanya keluhan dari daerah terkait dengan persoalan sengketa lahan. 
Karena itu, pemerintah melakukan percepatan penerbitan sertifikat di Indonesia.
 
Menurut Jokowi, kepemilikan lahan secara resmi merupakan keharusan bagi pemilik 
lahan sekaligus memangkas kemungkinan adanya sengketa lahan atau tanah..
 
Baca: Tudingan Amien Rais, Walhi: 82 Persen Lahan Dikuasai Korporasi
 
Sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 
(ATR/BPN) menyatakan program sertifikasi tanah merupakan program prioritas 
pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat 
terbit pada 2017, kemudian bertambah menjadi 7 juta sertifikat pada 2018.
 
Tahun depan, targetnya ditambah menjadi 9 juta sertifikat. Untuk memenuhi 
target tersebut, Kementerian ATR/BPN sedang melaksanakan pendaftaran tanah 
sistematik lengkap (PTSL).
 
Beberapa waktu lalu, politikus Amien Rais menyebut pembagian sertifikat tanah 
yang kerap dilakukan Jokowi membohongi rakyat.
 
 
 
 
 
 
 
     

Kirim email ke