BI Harus Terbuka Soal Data Ekonomi
Senin , 26 Maret 2018 | 19:10 
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/526/bi_harus_terbuka_soal_data_ekonomi
 
Sumber Foto tribunnews.com
Rizal RamliJAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, Deputi Gubernur dan 
Gubernur baru Bank Indonesia harus berani berterus terang dalam menjelaskan 
data ekonomi Indonesia serta memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan bagi 
pemerintah.

"Misalnya, soal pelemahan rupiah, jujur saja bukan hanya karena tekanan 
eksternal, tapi ada juga faktor domestik yang membuat rupiah melemah," kata 
Rizal yang juga Mantan Menteri Keuangan dan Mantan Menteri Koordinator Bidang 
Perekonomian dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin 
(26/3/2018).

Menurut Rizal, melemahnya nilai tukar rupiah sejak awal tahun hingga Maret 2018 
bukan hanya disebabkan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat dan rencana 
ekspansi fiskal Presiden Donald Trump, seperti yang kerap disebutkan BI sebagai 
penyebab utama depresiasi rupiah.

Namun, melemahnya rupiah karena juga kondisi ekonomi domestik seperti masih 
banyaknya aliran modal jangka pendek di pasar keuangan, dan juga neraca 
transaksi berjalan yang terus menyisakan lubang defisit."Gubernur BI yang 
sekarang tidak pernah menyebutkan komponen domestiknya yang membuat rupiah 
melemah. Padahal ekonomi kita masih sangat rentan," ujarnya.

"Selalu disebutkan alasannya, negara negara lain juga mata uang melemah, 
dikomparasikan, padahal ada pekerjaan rumah di kondisi domestik yang bisa 
menjadi catatan BI," katanya seperti dilansir antaranews.com.

Untuk perbaikan kebijakan di pasar keuangan, kata Rizal, Gubernur baru BI harus 
mampu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan serta Otoritas Jasa Keuangan 
agar mampu mengurangi dana asing di pasar keuangan (hot money) dan 
menggantikannya dengan dana asing berjangka panjang.

Selain itu, Pimpinan Bank Sentral juga harus mampu mendorong pemerintah atau 
kementerian di sektor rill agar mampu memperbaiki defisit neraca transaksi 
berjalan, melalui kebijakan di sektor perdagangan.

Kirim email ke