Di surga ada pohon appel dan ular...........
Ular itu penghuni surga juga .....

2018-03-27 11:50 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> *Agaknya di surga tidak hanya ada taman Firdaus penuh dengan bidadari
> cantik nan sexy, tetapi juga ada tanah luas untuk bisa berkebun,jadi kalau
> Anda berprofesi sebagai petani atau hanya hobby bercocok tanam pasti bisa
> terus berkebun setelah hayat meninggalkan badan. Apakah dibutuhkan
> sertifikat tanah seperti yang dibagi-bagikan olehJokowi kepada para
> transmigran di Kalimantan Selatan belum lama berselan, masalahnya tidak
> jelas. Tetapi bagi yang ingin mendapatkan informasi silahkan berkonsultasi
> dengan instansi bersangkutan atau mungkin bisa juga dengan Kementrian
> Agraria NKRI.*
>
>
> https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2018/03/
> 23/138664/mau-berkebun-di-surga.html
>
>
> Mau Berkebun di Surga?
>
> Jum'at, 23 Maret 2018 - 17:01 WIB
>
> Maukah berkebun di Surga? Bersediakah memiliki kebun di akhirat? Dengan
> bergabung dengan program sedekah ini
>
>
>
> *DALAM* acara “Gala Dinner Pejuang Baitul Maqdis untuk Negeri yang
> Diberkahi” di Hotel Bidakara Jakarta (22/03/2018), ada kisah menarik yang
> disampaikan oleh Dr. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspor)
> terkait keberkahan dan manfaat sedekah pohon zaitun.
>
> Bagi beliau masalah sedekah pohon zaitun ini bukan perkara sederhana. Di
> samping sebagai simbol keberpihakan dan kepedulian umat terhadap tanah
> Baitul Maqdis, Palestina, juga kepedulian kita terhadap tanah suci ini,
> seakan-akan sedang berkebun atau memiliki kebun di surga.
>
> Dalam kesempatan yang cukup bersahabat ini, beliau mengangkat kisah
> menarik mengenai sahabat Nabi bernama Abu Dahdah. Ahmad bin Hanbal dalam
> “Musnad”-nya meriwayatkan:
>
> عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِفُلاَنٍ
> نَخْلَةً وَأَنَا أُقِيمُ حَائِطِى بِهَا فَأْمُرْهُ أَنْ يُعْطِيَنِى حَتَّى
> أُقِيمَ حَائِطِى بِهَا. فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « 
> أَعْطِهَا
> إِيَّاهُ بِنَخْلَةٍ فِى الْجَنَّةِ ». فَأَبَى فَأَتَاهُ أَبُو
> الدَّحْدَاحِ فَقَالَ بِعْنِى نَخْلَتَكَ بِحَائِطِى. فَفَعَلَ فَأَتَى
> النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى قَدِ
> ابْتَعْتُ النَّخْلَةَ بِحَائِطِى. قَالَ فَاجْعَلْهَا لَهُ فَقَدْ
> أَعْطَيْتُكَهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «كَمْ مِنْ
> عَذْقٍ رَدَاحٍ لأَبِى الدَّحْدَاحِ فِى الْجَنَّةِ». قَالَهَا مِرَاراً. قَالَ
> فَأَتَى امْرَأَتَهُ فَقَالَ يَا أُمَّ الدَّحْدَاحِ اخْرُجِى مِنَ الْحَائِطِ
> فَإِنِّى قَدْ بِعْتُهُ بِنَخْلَةٍ فِى الْجَنَّةِ. فَقَالَتْ رَبِحَ
> الْبَيْعُ أَوْ كَلِمَةً تُشْبِهُهَا
>
> Diriwayatkan dari Anas bin malik radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang
> lelaki yang berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si
> fulan memiliki sebuah pohon kurma dan aku membangun kebun kurmaku disana,
> maka perintahkanlah ia memberikan (pohon kurma)nya kepadaku sampai aku
> mampu membangun kebun kurmaku disana.”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
> pun lalu bersabda: “Berikanlah kepadanya pohon kurma itu, maka kamu akan
> mendapatkan satu pohon di dalam Surga.”
>
> Baca: Mengunjungi Taman Surga
> <https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwj9gY-EloLaAhWEOI8KHTEoCbMQFggsMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fkajian%2Foase-iman%2Fread%2F2016%2F10%2F12%2F102499%2Fmengunjungi-taman-surga.html&usg=AOvVaw1A_R3Ob3BPZwjcWA1EUuPr>
>
> Namun pemilik pohon ini menolak, maka Abu Dahdah mendatangginya dan
> berkata: “Juallah kepadaku pohon itu dan ambil kebunku”, lalu ia setuju,
> lalu Abu Dahdah mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata:
> “Aku telah membeli pohon tersebut dengan kebunku, berikanlah pohon tersebut
> untuknya sungguh aku telah memberikan pohon itu untuknya.”
>
> Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak kurma
> yang tinggi besar buah yang dimiliki oleh Abu Ad Dahdah”, (beliau
> mengulanginya berkali-kali ucapan itu), lalu Abu  Dahdah mendatangi
> istrinya dan berkata kepadanya: “Wahai Ummu Dahdah, keluarlah dari kebun
> ini karena aku telah menjualnya dengan satu pohon kurma di dalam surga.”
> lalu Ummu Ad Dahdah berkata: “Perdagangan yang mendatangkan keuntungan”,
> atau ucapan yang semisal dengannya.”  (HR. Ahmad)
>
> Apa yang dilakukan Abu Dahdah ini mungkin dalam kaca mata orang ‘zaman
> now’ dianggap kurang waras karena kebun kurma yang sedemikian melimpah
> pohonnya ditukar dengan satu pohon. Padahal, dengan pohon yang dimiliki,
> bisa saja dia menjadi orang kaya raya saat itu.
>
> Ternyata, cara pandang orang beriman berbeda. Baginya, tidak ada
> manfaatnya berkebun di dunia kalau tidak bernilai akhirat. Tidak ada
> gunanya memiliki harta yang melimpah tapi tidak berefek sampai Surga. Maka
> tidak berlebihan jika berangan memiliki pohon kurma (bahkan kebun) di
> surga. Dan ternyata, keinginannya kelak terkabul.
>
> Baca: Imam Izzuddin Membeli Kebun di Surga untuk Istri
> <https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj9gY-EloLaAhWEOI8KHTEoCbMQFghQMAc&url=http%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fkajian%2Fhikmah%2Fread%2F2016%2F08%2F05%2F98844%2Fimam-izzuddin-membeli-kebun-di-surga.html&usg=AOvVaw3p-bYWgB1cS4pL7bj_cY0V>
>
> Dalam acara yang diadakan *Spirit of Aqsa* dari jam 18.00 sampai 22.00
> ini, Dr. Nawwaf menekankan bahwa kalau Abu Dahdah dengan sedekah pohon atau
> kebunnya bisa memiliki kebun di Surga, lalau bagaimana dengan umat Islam
> sekarang yang berpartisipasi bersedekah pohon zaitun di tanah suci, tanah
> yang diberkati Al-Aqsha dan demi kebebasan umat Islam di sana, tentu saja
> –jika dilakukan dengan ikhlas- hasilnya akan dahsyat dan berujung manis di
> akhirat.
>
> Maukah berkebun di Surga? Bersediakah memiliki kebun di akhirat? Dengan
> bergabung dengan program sedekah ini, dengan mengikuti jejak langkah Abu
> Dahdah, insya Allah yang dibangun umat Islam di surga bukan sekadar kebun,
> tapi bisa jadi taman luas nan indah yang keindahan dan pesonanya tidak akan
> dijumpai di dunia.
>
> Apa menunggu harta dan kebun kita hancur dulu seperti yang dialami oleh
> pemilik kebun yang dengan sangat yakin dan bangga akan memanennya tanpa
> memperdulikan Allah sehingga kebunnya ludes dan gagal panen?, lalu mereka
> insaf seraya berkata:
>
> عَسَى رَبُّنَا أَن يُبْدِلَنَا خَيْراً مِّنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا
> رَاغِبُونَ
>
> *“Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun)
> yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dati
> Tuhan kita*.” (QS. Al-Qalam [68]: 32) Pilihan ada di tangan kita
> masing-masing.*/*Mahmud Budi Setiawan*
>
> Rep: Admin Hidcom
>
> Editor: Cholis Akbar
>
> 
>

Kirim email ke