https://www.antaranews.com/berita/696460/menurut-bank-dunia-2018-2020-
ekonomi-indonesia-tumbuh-lebih-besar
Menurut Bank Dunia, 2018-2020
ekonomi Indonesia tumbuh lebih
besar
Selasa, 27 Maret 2018 17:15 WIB
Dokumentasi - Presiden Joko Widodo menerima Kepala Perwakilan Bank Dunia
untuk Indonesia Rodrigo Chaves (kanan) di Istana Kepresidenan Bogor,
Jawa Barat, Selasa (21/11/2017). Pertemuan tersebut membahas proyeksi
ekonomi global dan ekonomi Indonesia. (ANTARA /Puspa Perwitasari )
Pertumbuhan di atas lima persen ini sudah termasuk tiga besar di antara
negara-negara G20, tapi masih ada kesempatan untuk `improve`, karena
pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia bisa mencapai 5,6 persen
Jakarta (ANTARA News) - Bank Dunia, dalam laporan ekonomi triwulan
terbarunya, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode
2018-2020 berada pada kisaran 5,3 persen atau lebih tinggi dari
pencapaian 2017 sebesar 5,1 persen.
"Rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen pada periode
2018-2020," kata Direktur Wilayah Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo
Chaves dalam pemaparan laporan ekonomi triwulanan terbaru di Jakarta,
Selasa.
Rodrigo mengatakan proyeksi itu adalah perkiraan terdekat yang bisa
dicapai Indonesia dalam kondisi perekonomian global yang saat ini sedang
mengalami pemulihan.
"Pertumbuhan di atas lima persen ini sudah termasuk tiga besar di antara
negara-negara G20, tapi masih ada kesempatan untuk /improve/, karena
pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia bisa mencapai 5,6 persen," kata
Rodrigo.
Menurut dia, proyeksi ini lebih realistis tercapai karena saat ini
banyak risiko yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti
melambatnya perdagangan global, volatilitas kurs dan menurunnya konsumsi
rumah tangga.
Namun, sangat penting bagi Indonesia untuk terus memperbaiki kinerja
perekonomian untuk tumbuh lebih optimal, salah satunya dengan mendorong
kinerja investasi melalui konsistensi perbaikan kemudahan berusaha
seperti sudah dilakukan pemerintah.
"Indonesia harus memberikan pesan yang jelas bahwa modal masuk seperti
FDI tidak hanya diundang namun juga disambut dengan baik," kata Rodrigo.
Selain itu, kualitas kebijakan fiskal harus ditingkatkan untuk
mempercepat pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui
perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja yang lebih efisien
untuk infrastruktur dan sumber daya manusia.
Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan
positif hingga periode 2020, meski dihadapkan sejumlah risiko eksternal
dan domestik yang dapat muncul mengganggu proyeksi ini.
Bank Dunia menyatakan inflasi yang rendah didukung oleh peningkatan
pengeluaran menjelang Pemilu dan membaiknya harga komoditas bisa menjadi
pemicu pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam periode ini.
Defisit anggaran diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran 2,3 persen
terhadap PDB pada 2018, atau sedikit lebih baik dari periode 2017
sebesar 2,4 persen terhadap PDB, yang didukung oleh membaiknya
penerimaan karena meningkatnya harga komoditas dan berjalannya reformasi
perpajakan.
Defisit neraca transaksi berjalan diperkirakan melebar pada kisaran 1,9
persen terhadap PDB pada 2018, lebih tinggi dari 2017 sebesar 1,7
persen, seiring dengan penguatan permintaan dalam negeri dan pelemahan
nilai tukar perdagangan.
Proyeksi ini menghadapi risiko kemungkinan meningkatnya proteksionisme
global yang bisa membebani pertumbuhan ekonomi dan harga komoditas serta
arus modal keluar sebagai dampak kebijakan normalisasi moneter Federal
Reserve.
Pewarta: Satyagraha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018