https://tekno.tempo.co/read/1073601/segera-hantam-bumi-ini-penampakan-tiangong-1-oleh-radar-jerman?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_6
Segera Hantam Bumi, Ini Penampakan
Tiangong-1 oleh Radar Jerman
Reporter:
Terjemahan
Editor:
Erwin Prima
Selasa, 27 Maret 2018 08:16 WIB
Penampakan Tiangong-1 menjelang jatuh ke Bumi oleh radar Fraunhofer FHR.
Kredit: Fraunhofer FHR
<https://statik.tempo.co/data/2018/03/27/id_693709/693709_720.jpg>
Penampakan Tiangong-1 menjelang jatuh ke Bumi oleh radar Fraunhofer FHR.
Kredit: Fraunhofer FHR
*TEMPO.CO*, *Bonn* - Para ilmuwan di Fraunhofer Institute for High
Frequency Physics dan Radar Techniques (Fraunhofer FHR) berhasil
memantau modul stasiun luar angkasa Cina seberat 8,5 ton, Tiangong-1
<https://tekno.tempo.co/read/1073254/tiangong-1-diprediksi-jatuh-ke-bumi-pada-akhir-pekan-paskah>,
menggunakan sistem radar pelacakan dan pencitraan yang diklaim paling
kuat di seluruh dunia.
Baca: Tiangong-1 Diprediksi Jatuh ke Bumi pada Akhir Pekan Paskah
<https://tekno.tempo.co/read/1073254/tiangong-1-diprediksi-jatuh-ke-bumi-pada-akhir-pekan-paskah>
Observasi mereka membantu menginformasikan perkiraan dari European Space
Agency (ESA) dan German Space Situational Awareness Center.
Para ilmuwan Fraunhofer FHR itu menunjukkan Tiangong-1 yang melakukan
perjalanan dengan kecepatan sekitar 18.000 mph (29.000 km / jam) di
orbit hampir 168 mil (270 kilometer) di atas Bumi ketika gambar radar
diperoleh.
Para peneliti itu juga mengawasi rotasi stasiun tersebut di bawah komisi
ESA. Rotasi adalah salah satu faktor dalam menentukan kapan stasiun luar
angkasa itu akan menabrak Bumi.
Tiangong-1 diperkirakan akan jatuh di suatu tempat antara 43 derajat
lintang utara dan 43 derajat lintang selatan, dan beberapa bagian dari
stasiun ruang angkasa itu diperkirakan akan sampai ke permukaan bumi.
"Titik dampak yang lebih akurat hanya dapat diperkirakan beberapa hari
sebelum peristiwa sebenarnya, karena efek pengereman atmosfer
dipengaruhi oleh sejumlah faktor," kata perwakilan Fraunhofer FHR dalam
sebuah pernyataan sebagaimana dikutip laman Space.com, 26 Maret 2018.
The Verge melaporkan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menentukan
tanggal masuknya stasiun itu antara sekitar 30 Maret dan 2 April, dengan
peristiwa yang paling mungkin terjadi pada saat April Mop.
Kejatuhan Tiangong-1 telah menimbulkan banyak kekhawatiran karena Cina
tidak lagi memiliki kendali atas stasiun luar angkasa itu. Para insinyur
negara itu tidak dapat menyalakan mesin kendaraan itu lagi dan
mengarahkannya ke laut terbuka.
Baca: Segera Tabrak Bumi, Satelit Tiangong-1 Berpotensi Mematikan
<https://tekno.tempo.co/read/1071824/segera-tabrak-bumi-satelit-tiangong-1-berpotensi-mematikan>
Tiangong-1 juga cukup berat. Beratnya hampir 19.000 pound (8.500
kilogram) ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2011, menjadikannya
salah satu obyek besar yang masuk tak terkendali ke Bumi. Stasiun itu
juga cukup padat, jadi sementara sebagian besar akan terbakar di
atmosfer, mungkin beberapa potongan besar stasiun bisa sampai ke tanah.
SPACE | THE VERGE