Unair resmikan pusat riset halal


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Unair resmikan pusat riset halal - ANTARA News

antaranews.com

Universitas Airlangga Surabaya, Rabu meresmikan Halal Center yaitu sebuah Pusat 
Riset dan Pengembangan Produk Ha...
 |

 |

 |




 Rabu, 28 Maret 2018 16:14 WIB

Ilustrasi - Halal (ANTARANEWS/Ardika)
Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga Surabaya, Rabu meresmikan Halal 
Center yaitu sebuah Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal (PRPPPH) yang 
dilengkapi dengan laboratorium dengan teknologi tinggi (Biosafety Level 3) pada 
Rabu.

Ketua Unair Halal Center Dr Mustofa Helmi Effendi mengatakan peresmian Unair 
Halal Center itu dilatarbelakangi terkait pengakuan halal untuk produk 
kosmetik, obat dan makanna saat ini menjadi isu serius dan juga menjadi 
branding bagi keunggulan suatu produk.

"Untuk itu riset terkait bahan dan kandungan produk agar memenuhi standar halal 
sangat dibutuhkan. Melihat peluang ini, Universitas Airlangga meresmikan halal 
center yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal," katanya pada 
sela-sela seminar "Akselerasi, Implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia" 
di kampus setempat.

Mustofa Helmi mengatakan laboratorium di halal center itu untuk mengkaji bahan 
produksi untuk mendeteksi DNA yang terkandung di dalamnya, bisa jadi DNA babi 
atau lainnya.

"Halal center ini akan menjadi pusat riset halal, misalkan produk industri 
ingin melihat apakah kandungan produknya halal. Bisa nanti diperiksa Unair, 
tetapi melalui proses penugasan badan pemeriksa halal Kementerian Agama juga," 
ujarnya.

Dia menjelaskan, halal center nantinya juga akan menangani tiga bidang riset 
utama, yaitu pangan, obat-obatan dan humaniora. Humaniora ini untuk mengubah 
persepsi orang agar melihat pentingnya penetapan halal.

"Unair sudah memiliki 35 orang calon auditor halal, 10 proyek riset dan 
pengembangan produk halal, dan konferensi internasional yang akan 
diselenggarakan dalam waktu dekat," ucap Mustofa.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil 
Nafis mengungkapkan untuk memberikan sertifikasi halal, orang datang dengan 
produknya untuk dicek. Kemudian MUI akan mengirim auditor untuk melihat proses 
produksinya.

"Auditor ini kami bisa mengirim dari pihak Unair juga, karena mereka harus 
memastikan produksinya benar dan melewati penyembelihan halal, bukan bangkai," 
ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat terkait pemakaian bahan agar 
terjamin halal. "Saat ini, halal center di universitas memiliki keunggulan di 
bidang riset. Hanya saja belum bisa mengeluarkan fatwa halal. Semua masih 
dilakukan MUI," tuturnya.

Dia menjelaskan, universitas belum bisa menjadi kepanjangan MUI dalam 
mengeluarkan sertifikat sebab payung hukumnya belum tuntas.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018




Kirim email ke