----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Rabu, 28 Maret 2018 16.31.38
GMT+2Judul: [GELORA45] Unair resmikan pusat riset halal
Unair resmikan pusat riset halal
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Unair resmikan pusat riset halal - ANTARA News
antaranews.com
Universitas Airlangga Surabaya, Rabu meresmikan Halal Center yaitu sebuah Pusat
Riset dan Pengembangan Produk Ha...
|
|
|
Rabu, 28 Maret 2018 16:14 WIB
Ilustrasi - Halal (ANTARANEWS/Ardika)
Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga Surabaya, Rabu meresmikan Halal
Center yaitu sebuah Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal (PRPPPH) yang
dilengkapi dengan laboratorium dengan teknologi tinggi (Biosafety Level 3) pada
Rabu.
Ketua Unair Halal Center Dr Mustofa Helmi Effendi mengatakan peresmian Unair
Halal Center itu dilatarbelakangi terkait pengakuan halal untuk produk
kosmetik, obat dan makanna saat ini menjadi isu serius dan juga menjadi
branding bagi keunggulan suatu produk.
"Untuk itu riset terkait bahan dan kandungan produk agar memenuhi standar halal
sangat dibutuhkan. Melihat peluang ini, Universitas Airlangga meresmikan halal
center yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal," katanya pada
sela-sela seminar "Akselerasi, Implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia"
di kampus setempat.
Mustofa Helmi mengatakan laboratorium di halal center itu untuk mengkaji bahan
produksi untuk mendeteksi DNA yang terkandung di dalamnya, bisa jadi DNA babi
atau lainnya.
"Halal center ini akan menjadi pusat riset halal, misalkan produk industri
ingin melihat apakah kandungan produknya halal. Bisa nanti diperiksa Unair,
tetapi melalui proses penugasan badan pemeriksa halal Kementerian Agama juga,"
ujarnya.
Dia menjelaskan, halal center nantinya juga akan menangani tiga bidang riset
utama, yaitu pangan, obat-obatan dan humaniora.. Humaniora ini untuk mengubah
persepsi orang agar melihat pentingnya penetapan halal.
"Unair sudah memiliki 35 orang calon auditor halal, 10 proyek riset dan
pengembangan produk halal, dan konferensi internasional yang akan
diselenggarakan dalam waktu dekat," ucap Mustofa.
Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil
Nafis mengungkapkan untuk memberikan sertifikasi halal, orang datang dengan
produknya untuk dicek. Kemudian MUI akan mengirim auditor untuk melihat proses
produksinya.
"Auditor ini kami bisa mengirim dari pihak Unair juga, karena mereka harus
memastikan produksinya benar dan melewati penyembelihan halal, bukan bangkai,"
ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat terkait pemakaian bahan agar
terjamin halal. "Saat ini, halal center di universitas memiliki keunggulan di
bidang riset. Hanya saja belum bisa mengeluarkan fatwa halal. Semua masih
dilakukan MUI," tuturnya.
Dia menjelaskan, universitas belum bisa menjadi kepanjangan MUI dalam
mengeluarkan sertifikat sebab payung hukumnya belum tuntas.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018