*Cowboy-cowboy kampung lagi beraksi dalam adegan film ”Senja di Pagi Hari”,
tunggu saja tanggal mainnya di bioskop Anda.*


https://www.jawapos.com/read/2018/03/22/197963/indef-soal-pernyataan-prabowo-2030-50-persen-ri-dikuasai-asing
INDEF Soal Pernyataan Prabowo: 2030, 50 Persen RI Dikuasai Asing

Kamis, 22 Mar 2018 05:30 | editor : Saugi Riyandi

<https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/03/22/indef-soal-pernyataan-prabowo-2030-50-persen-ri-dikuasai-asing_m_197963.jpeg>

Presiden Jokowi berkunjung ke Hambalang *(Dok. JawaPos.com)*

Berita Terkait

   -

   Mengukur Untung Rugi Perang Dagang AS Vs Tiongkok Bagi Indonesia
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/03/24/198702/mengukur-untung-rugi-perang-dagang-as-vs-tiongkok-bagi-indonesia>
   -

   BEI Beberkan 10 Perusahaan Ajukan Obligasi Hingga Rp 15 Triliun
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/03/24/198560/bei-beberkan-10-perusahaan-ajukan-obligasi-hingga-rp-15-triliun>
   -

   OJK Izinkan Kembali Asuransi Bumiputera Pasarkan Produknya
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/03/22/198101/ojk-izinkan-kembali-asuransi-bumiputera-pasarkan-produknya>

*JawaPos.com* - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto secara
mengejutkan menyebut bahwa pada 2030 nanti negara Indonesia diprediksi akan
bubar. Pernyataan itu termuat dalam sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik
yang di-*posting* di akun resmi *Facebook* Gerindra, Senin (19/3).

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif di Institute for Development of
Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai bubarnya Indonesia
seperti yang dikatakan Prabowo bukan makna sebenarnya.

Menurutnya, hilang yang dikatakan oleh Ketum Partai Gerindra itu adalah
kedaulatan Indonesia. Artinya, ekonomi nasional sudah didominasi oleh pihak
asing.

ilustrasi pertumbuhan ekonomi *(Dok. Jawapos.com)*

"Mungkin gini yang dimaksud Pak Prabowo
<http://www.jawapos.com/read/2018/03/22/198054/ini-alasan-prabowo-berkata-indonesia-bubar-di-2030>
adalah penguasaan sektor strategis, jadi sektor strategis kita itu kan
lebih dari 50 persen katanya dikuasai oleh asing. Kalau sektor strategis
itu dikuasai oleh asing ditambah ketergantungan kita dalam pemenuhan
kebutuhan pokok sangat tergantung dari asing, maka sebenarnya keberadaan
dari kedaulatan ekonomi itu sudah tidak ada. Nah itu yang dimaksud. Jadi
bukan Indonesia. Kalau Indonesianya harus tetap ada," kata Enny di
kantornya, Rabu (21/3).

Hal itu bukan pepesan kosong semata. Dia mengungkapkan, saat ini masih
banyak beberapa sektor strategis yang dikuasai oleh asing. Belum lagi,
pemerintah begitu mengandalkan impor.

"Kalau sudah sektor strategis dikuasai oleh asing dan ketergantungan asing
artinya kita dalam membuat kebijakan-kebijakan ekonomi sudah tidak
berdaulat lagi," tuturnya.

Kondisi eksternal juga turut memengaruhi kedaulatan tersebut, salah satunya
dari perjanjian perdagangan bebas (*Free Trade Agreement*/FTA) antarnegara.
Komitmen tersebut dianggap dapat menjadi bumerang bagi produk dalam negeri.

"Kalau kita sudah masuk perjanjian FTA, kita tidak bisa lagi memiliki
instrumen pengendalian impor-impor, dan kita harus terima konsekuensi pasar
kita terjadi penetrasi barang impor, itu juga soal kedaulatan, kita harus
memprioritaskan *national interest* kita yang juga sudah tidak bebas lagi,"
pungkasnya.

Kirim email ke