Benih Tiongkok Bawa Virus, Ini Saran Bamsoet ke Pemerintah
JUMAT, 30 MAR 2018 13:07 | EDITOR : IMAM SOLEHUDIN
 
Ketua DPR, Bambang Soesatyo. Bamsoet mendesak pemerintah menyikapi persoalan 
benih ilegal asal Tiongkok. Bamsoet khawatir ada upaya penyebaran 
virus(Dok.JawaPos.com)


JawaPos.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah memperketat 
pengawasan atas benih tanaman asal Tiongkok yang akan masuk ke Indonesia.

Menurutnya, harus ada kewaspadaan ekstra karena benih tanaman asal Tiongkok 
ditengarai mengandung bakteri dan virus berbahaya, sehingga berpotensi sebagai 
bagian dari perang proksi atau proxy war.

Bamsoet-sapaannya- menyatakan hal itu menyusul otoritas Bandara Ngurah Rai Bali 
yang belum lama ini menemukan benih sayuran asal Tiongkok tanpa dokumen.

Kemudian tidak ada surat izin pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian, serta 
phytosanitary certificate dari Tiongkok yang menyertari benih itu.

Bamsoet mengatakan, membanjirnya bibit tanaman bervirus dan narkoba dari 
Tiongkok bisa jadi sebagai bagian dari strategi perang proxi.

Karena itu, legislator Partai Golkar tersebut meminta Badan Intelijen Negara 
(BIN) mencermati berbagai

“Kami mendorong Badan Intelijen Negara melakukan kajian terkait kasus 
narkotika, makanan kaleng, benih cabai, bawang putih, beras plastik, serta 
benih sayuran ilegal dari Tiongkok tersebut merupakan bagian dari dugaan proxy 
war,” ujar Bamsoet melalui pesan singkat, Kamis (29/3).

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian 
Perdagangan (Kemendag) dan bersama aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas 
masuknya benih tanaman terlarang dari luar negeri.

Menurutnya, harus ada pengusutan ke semua pihak yang terlibat.

“Agar benih yang masuk secara ilegal ini tidak berulang,” tegasnya.

Bamsoet menambahkan, Badan Karantina Kementan harus meningkatkan pengawasan 
terhadap izin pemasukan dan pengeluaran benih.

Merujuk Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 
15/PERMENTAN/HR.060/5/2017 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih 
Hortikultura, maka perizinan dan pengawasan bertujuan mencegah benih pembawa 
organisme penggangu tumbuhan masuk ke dalam negeri.

Legislator Partai Golkar itu juga punya pesan untuk Kemendag. Dia meminta 
kementerian pimpinan Enggartiasto Lukita itu memperketat regulasi terkait impor 
benih sayuran.

Menurut Bamsoet, sebagian benih yang masuk ke Indonesia berpotensi menularkan 
hama dan penyakit tumbuhan.

“Kemendag harus meningkatkan pengawasan terhadap segala jenis produk yang 
diimpor ke Indonesia, khususnya produk dari Tiongkok,” pungkasnya.

(rgm/JPC)

Kirim email ke