Peringati Hari Kaum Tani Tak Bertanah, Massa Berdemo di Kedubes AS

Aksi FPR di Depan Kedubes AS (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Secara historis, 29 Maret diperingati sebagai Hari Kaum Tani Tidak Bertanah 
(Landless Day) oleh kaum tani dan rakyat berbagai negara di Asia. Penetapan 
peringatan ini pada 14 tahun lalu, bersamaan dengan pendirian Koalisi Petani 
Asia (Asean Peasant Coalition).Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) yang 
tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) juga merupakan bagian dari APC. 
Hari ini FPR menggelar aksi memperingati Hari Kaum Tani Tak Bertanah (Landless 
day).Aksi dimulai dari Kedubes AS, Balai Kota DKI Jakarta, Kementerian 
Pertahanan hingga Istana Negara. Pantauan kumparan (kumparan.com), aksi 
tersebut akan dilakukan di beberapa titik
Massa aksi terdiri atas berbagai ormas yang menjadi anggota FPR, yakni: Aliansi 
Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), 
Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia 
(KABAR BUMI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Mahasiswa Nasional 
Indonesia (GMNI)-Jaksel.Ada juga Internasional League of People Struggle (ILPS 
Indonesia), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pemuda Baru 
Indonesia (PEMBARU), Institute for National and Democracy Studies (INDIES), 
serta Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI).Dalam orasinya, Sandi, orator 
dari Internasional League of People Struggle (ILPS Indonesia) sebuah organisasi 
anti AS yang tersebar di 132 negara, menyampaikan bahwa aksi ini sebagai 
kampanye penolakan atas perampasan dan monopoli atas tanah yang dimiliki rakyat 
Indonesia.
"Peringatan dari tani tak bertanah ini adalah hari di mana rakyat 
mengkampanyekan penolakan atas perampasan dan monopoli atas tanah," kata Sandi 
di depan Kedubes AS, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/3)Sandi melanjutkan, saat 
ini perampasan sumber daya alam dilakukan dengan tindakan represif oleh negara. 
Terkhusus, penangkapan petani juga semakin masif."Perampasan SDA terus disertai 
dengan berbagai macam tindakan represif, bahkan dilakukan dengan berbagai macam 
aksi militer. Penangkapan terhadap kaum tani terus berlangsung semakin masif," 
sambung dia.Sandi juga menuding bahwa AS adalah sumber dari kemelaratan yang 
dialami berbagai warga dunia. "AS adalah biang dari seluruh petaka yang dialami 
masyarakat dunia. Imperialisme AS adalah sumber kemiskinan, kelaparan dari 
berbagai negara di dunia," terang diaPeringatan hari tani tak bertanah ini juga 
berlangsung di 43 negara. Di Indonesia sendiri, aksi akan berlangsung di 
berbagai wilayah seperti Kalbar, Kalteng, Sulsel, Sulteng, NTB, NTT, Jatim, 
Jateng, Banten, Lampung, Jambi, Riau, Sumut. Sebagian aksi juga digelar di 
tingkat kabupaten.

Kirim email ke