Rasanya kalau tidak salah ingat dulu Prabowo boss Kiani Kertas yg menguasai 
sedemikian banyak lahan di Kalimantan dan mungkin "ngemplang" duit bank2 
pemerintah sekian trilliun rupiah. Apakah benar demikian?
 

 Sekarang malih rupa jadi marhaenis atau komunis?
 

 ---
 Prabowo Kritik Penguasaan Tanah oleh Segelintir Elite 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401215940-32-287439/prabowo-kritik-penguasaan-tanah-oleh-segelintir-elite
 RZR, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 22:26 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401215940-32-287439/prabowo-kritik-penguasaan-tanah-oleh-segelintir-elite#
  
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401215940-32-287439/prabowo-kritik-penguasaan-tanah-oleh-segelintir-elite#
  
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401215940-32-287439/prabowo-kritik-penguasaan-tanah-oleh-segelintir-elite#
 Ketua Umum Gerindra mengkritik pemerintah yang dinilai tidak maksimal 
menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 33. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
 Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 
menyatakan kesenjangan ekonomi 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180330011157-20-287008/harta-40-orang-terkaya-makin-gendut-di-rezim-sby-dan-jokowi
 antara penduduk miskin dan kaya semakin melebar di Indonesia. 

Indikator ketimpangan yang semakin melebar adalah distribusi penguasaan tanah 
di Indonesia yang, menurut Prabowo, belum merata dan hanya dikuasai segelintir 
elite.

"Segelintir orang menguasai hampir separuh kekayaan kita. Apalagi soal tanah, 1 
persen populasi yaitu konglomerat menguasai 80 persen tanah kita," kata Prabowo 
saat berpidato dalam kampanye pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, 
Sudrajat-Saikhu di Depok Jawa Barat, Minggu (1/4).


 
 

 Lihat juga: Prabowo Subianto Kembali Singgung Gaji Kecil Wartawan 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401204918-20-287432/prabowo-subianto-kembali-singgung-gaji-kecil-wartawan/
 Ketimpangan, menurut Prabowo tak hanya tercipta karena segelintir elite yang 
rakus, namun juga karena pemerintah abai menjalankan amanat Pasal 33 
Undang-undang Dasar Tahun 1945.

"Pasal 33 UUD 45 itu kunci kita, bunyinya perekonomian disusun usaha bersama 
sebagai asas kekeluargaan, bukan konglomerasi, bukan kapitalisme, tapi 
kekeluargaan," kata dia.

Prabowo menambahkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia saat ini sangat lengah 
dan tidak waspada terhadap kelakuan para elite yang terus menerus mengeruk 
keuntungan demi pribadi ketimbang masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, Prabowo mengatakan seharusnya pemerintah mengatur 
dan memaksa para elit yang tak bertanggung jawab itu untuk tidak menerapkan 
asas konglomerasi.

"Tampang kalian tanahnya paling enggak banyak, paling sepetak dua petak, 
apalagi yang ngontrak, makanya kalian pakai topi Gerindra, jadi kita berjuang 
bersama kebenaran dan keadilan," kata dia.


 Lihat juga: Cerita Awal Kedekatan Prabowo-Anies dan Nasi Goreng Hambalang 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401193012-32-287416/cerita-awal-kedekatan-prabowo-anies-dan-nasi-goreng-hambalang/
 Prabowo lantas menyatakan bahwa dirinya sudah kapok dan sudah tobat untuk 
terlibat dan menjalin relasi dengan elite nasional.

Ia mengatakan lebih suka berbaur dengan kalangan masyarakat biasa untuk melihat 
keluh kesah dan aspirasi mereka di tingkat bawah.

"Terutama elite, elite kita, terus terang saja saya sudah kapok dengan elite 
Indonesia, pak yang bapak maksud elite siapa? Saya juga elite, tapi saya elite 
yang sudah tobat saudara sekalian," ujar Prabowo.

Kritik terhadap penguasaan lahan oleh segelintir elite tak hanya datang dari 
Prabowo. Sebelumnya, mantan Ketua MPR Amien Rais juga melayangkan kritik serupa.

Amien mengatakan 74 persen lahan di Indonesia dikuasai oleh kelompok tertentu. 
Dia bahkan menyebut kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah yang tengah dijalankan 
pemerintahan Joko Widodo sebagai bentuk pengibulan. 


 Lihat juga: Canda Prabowo soal Penyesalan Tak Lakukan Kudeta 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180401182001-32-287397/canda-prabowo-soal-penyesalan-tak-lakukan-kudeta/
 Serangan Amien tersebut lantas ditangkis oleh Menteri Koordinator bidang 
Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dengan mengingatkan Ketua Dewan Kehormatan 
Partai Amanat Nasional itu untuk tidak asal bunyi alias asbun.

Selain itu, sejumlah politikus PDIP mempertanyakan dasar pernyataan Amien soal 
penguasaan 74 persen lahan oleh kelompok tertentu. 

Pihak Amien dan PAN mengaku mendapatkan data itu dari sejumlah pemberitaan di 
media massa dan hasil penelitian World Bank tahun 2015.

Di tengah perdebatan itu, Greenomics Indonesia merilis data mengenai konsesi 
lahan dari waktu ke waktu.

Dalam datanya, Greenomics Indonesia menyatakan bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli 
Hasan kala menjadi Menteri Kehutanan, adalah sosok yang paling banyak 
memberikan izin perkebunan kepada pelaku bisnis.

Zulkifli adalah besan Amien Rais. Dia menjadi Menteri Kehutanan era Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono (2009-2014).

"Zulkifli Hasan, ketika itu menjabat Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), 
memecahkan rekor sebagai menteri yang paling banyak memberikan izin-izin 
perkebunan kepada para pelaku bisnis tertentu dengan luas 1,64 juta hektare, 
atau hampir 25 kali lipat luas DKI Jakarta," kata Vanda dalam keterangannya, 
Kamis (22/3).


(wis)
 
 

Kirim email ke