*Kalau diizinkan komunisme dipelajari apakah tidak membuat purn jenderal
TNI Klivan cs diserang tekanan darah tinggi? Apakah Jokowi tidak akan main
pentung mereka yang mempelajari komunisme? Terlepas dari dua pertanyaan
tsb, adalah barangkali penting untuk bisa dijawab mengapa Tiongkok dibawah
Partai Komunis bisa menjadi manufaktur untuk dunia dan bangkit menjadi
negeri ekonomi nomor dua di dunia nan fana ini, sedangkan Arab Saudi hanya
mampu ekspor minyak dan korma. Kereta listrik (Haramain High Speed Rail)
antara Medina dan Mekkah ditangani oleh kontraktor utama nan kafir yaitu
China Railway Construction Corporation
<https://en.wikipedia.org/wiki/China_Railway_Construction_Corporation>
(CRCC) dari Tiongkok. *

http://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/01/p6hnpe428-menristekdikti-komunisme-boleh-dipelajari?utm_source=da
<http://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/01/p6hnpe428-menristekdikti-komunisme-boleh-dipelajari?utm_source=dable>

   -


Senin, 16 Rajab 1439 / 02 April 2018
Menristekdikti: Komunisme Boleh Dipelajari

Ahad 01 April 2018 11:59 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ratna Puspita


[image: Menristekdikti Mohammad Nasir saat diwawancarai usai kegiatan Apel
Santri dan Mahasiswa Menolak Radikalisme di Yayasan Al-Qodiri, Jember, Ahad
(1/4)]Menristekdikti Mohammad Nasir saat diwawancarai usai kegiatan Apel
Santri dan Mahasiswa Menolak Radikalisme di Yayasan Al-Qodiri, Jember, Ahad
(1/4)

Foto: Gumanti Awaliyah/Republika

*Nasir menegaskan agar mahasiswa Indonesia selalu memegang teguh Pancasila.*

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Menristekdikti) Mohammad Nasir tidak mempermasalahkan kalau mahasiswa
Indonesia yang kuliah di Cina belajar ideologi komunis. Bagi Nasir, baik
itu komunis, liberalis, atau sosialis, adalah bagian dari ilmu pengetahuan
yang harus dipelajari.

Kendati begitu, Nasir menegaskan, agar mahasiswa Indonesia yang belajar di
luar negeri selalu memegang teguh ideologi Pancasila sebagai ideologi
dirinya. Jangan sampai, setelah kembali ke Indonesia dia tidak sejalan
dengan arah ideologi bangsa.

"Kalau pelajari silakan, tetapi ideologinya harus tetap Pancasila," kata
Nasir usai Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis Wisuda Universitas Islam
Jember, Jawa Timur, Ahad (1/4).

Karena itu, Nasir menekankan pentingnya menanamkan semangat bela negara
kepada semua anak bangsa. Dengan demikian, jika setelah dewasa mereka
berkesempatan kuliah di luar negeri, di dalam dirinya sudah kokoh tertanam
ideologi bangsa yaitu Pancasila.

"Langkah bela negara itu sangat penting. Agar ideologi Pancasila tertanam
sedini mungkin. Coba sila pertama apa? Ketuhanan Yang Maha Esa kan, itu
kalau sudah tertanam ya tidak akan terpengaruh paham komunis atau lainnya,"
kata Nasir.

Sebelumnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif
mengungkapkan, pelajar-pelajar Indonesia di Cina mendapatkan pemahaman
ideologi komunis
<http://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/01/p6h8j0396-di-cina-pelajar-indonesia-dapat-pelajaran-ideologi-komunis>.
Ia menjelaskan, hal tersebut diketahui setelah Menteri Pendidikan Cina
mengundang 10 rektor yang salah satunya dihadiri olehnya mewakili UMS di
Cina.

Dalam pertemuan tersebut, kata Sofyan, salah satu rektor perguruan tinggi
di Cina mengungkapkan, saat ini Cina sedaang gencar-gencarnya menanamkan
ideologi komunis kepada seluruh pelajar di Cina. "Artinya apa, artinya
siswa yang berasal dari Indonesia pun itu juga pasti mendapatkan pelajaran
yang terkait ideologi komunis," kata Sofyan.

Kirim email ke