https://www.antaranews.com/berita/697677/china-kenakan-tarif-impor-baru-
untuk-128-produk-as-mulai-daging-babi-sampai-buah-buahan
China kenakan tarif impor baru
untuk 128 produk AS mulai
daging babi sampai buah-buahan
Senin, 2 April 2018 07:58 WIB
Dari kiri ke kanan; Santana Viura 2008, Juve Y Camp Cinta Purpura 2010,
Fortius Viura 2008 dan Casa Vella Cabernet Sauvignon 2008. (ANTARA News/
Arindra Meodia)
Beijing (ANTARA News) - China, Senin (02/04), memberlakukan tarif baru
untuk impor Amerika Serikat senilai tiga miliar dolar AS (sekitar Rp41,2
triliun), termasuk buah-buahan dan daging babi, sebagai pembalasan atas
bea Washington untuk baja dan aluminium.
Langkah Beijing, yang menurut laporan kantor berita Xinhua diputuskan
oleh komisi tarif bea Dewan Negara, dieksekusi menyusul retorika sengit
dan ancaman antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia
itu selama berminggu-minggu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali mencela
surplus perdagangan besar China atas Amerika Serikat, dan berjanji dalam
kampanye pemilihan umum untuk memangkas defisit AS.
Beijing memperingatkan bulan lalu bahwa mereka sedang mempertimbangkan
tarif 15 persen dan 25 persen untuk berbagai produk yang juga meliputi
anggur, kacang dan lempengan aluminium. Tarif mulai berlaku pada Senin,
demikian dilansir Xinhua, mengutip pernyataan Kementerian Keuangan.
Bea tersebut diberlakukan sebagai respons atas tarif 10 persen untuk
aluminium dan 25 persen untuk baja yang juga menyulut kemarahan para
sekutu AS.
Namun, Trump sementara menangguhkan tarif untuk Uni Eropa serta
Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Meksiko dan Korea Selatan.
Pemimpin AS itu juga mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif baru
untuk impor Tiongkok yang bernilai sekitar 60 miliar dolar AS (sekitar
Rp824,1 triliun) atas “pencurian” kekayaan intelektual.
China telah meminta Amerika Serikat untuk menghentikan “intimidasi
ekonominya” dan memperingatkan bahwa pihaknya siap untuk membalas.
Namun, Beijing sejauh ini menangguhkan tarif untuk produk pertanian
utama seperti kedelai atau perusahaan besar seperti raksasa
kedirgantaraan Boeing -- sektor yang menurut harian negara Global Times
dapat menjadi sasaran tarif, demikian AFP.
*Baca juga: Saham-saham Wall Street jatuh setelah Trump kenaikan tarif
impor China
<https://www.antaranews.com/berita/695294/saham-saham-wall-street-jatuh-setelah-trump-kenaikan-tarif-impor-china>*
/Penerjemah: Ida Nurcahyani/
COPYRIGHT © ANTARA 2018