https://metro.tempo.co/read/1075520/pergantian-pejabat-trubus-bandingkan-anies-baswedan-dengan-ahok
Pergantian Pejabat: Trubus Bandingkan Anies
Baswedan Dengan Ahok
Reporter:
Syafiul Hadi
Editor:
Jobpie Sugiharto
Senin, 2 April 2018 16:44 WIB
Ribuan PNS DKI Jakarta mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih
dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 di Monas, Jakarta, 20
Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN
<https://statik.tempo.co/data/2016/05/20/id_507886/507886_620.jpg>
Ribuan PNS DKI Jakarta mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih
dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 di Monas, Jakarta, 20
Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN
*TEMPO.CO, Jakarta* - Rencana Pemerintah Provinsi DKi Jakarta di bawah
Gubernur Anies Baswedan melakukan pergantian pejabat gara-gara
penyerapan anggaran rendah mendapat tanggapan dari pengamat kebijakan
publik Trubus Rahadiansyah. Dia bahkan membandingkan Anies dengan Ahok.
Menurut Trubus, rendahnya serapan anggaran DKI Jakarta dalam APBD 2018
karena koordinasi yang lemah di tubuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Memang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) koordinasinya lemah dengan
Gubernur Anies Baswedan," ujar Trubus kepada /Tempo /hari ini, Senin, 2
April 2018.
Dia menuturkan, lemahnya koordinasi dalam birokrasi ini akibat Gubernur
DKI Jakarta Anies Baswedan tidak berlatarbelakang birokrat. Pengetahuan
dan latar belakang itulah yang berpengaruh terhadap pengawasan terhadap
SKPD di lingkungan pemerintah provisni. "Tak seperti Pak Ahok, dulunya
bupati dan Pak Djarot sebelumnya wali kota." katanya.
*Baca*: Serapan Anggaran Rendah, Sandiaga Uno: Jabatan PNS DKI Dirombak
<https://metro.tempo.co/read/1075054/serapan-anggaran-rendah-sandiaga-uno-jabatan-pns-dki-dirombak?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_1>
<https://metro.tempo.co/read/1075054/serapan-anggaran-rendah-sandiaga-uno-jabatan-pns-dki-dirombak?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_1>
<https://metro.tempo.co/read/1075054/serapan-anggaran-rendah-sandiaga-uno-jabatan-pns-dki-dirombak?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_1>
Dia menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bahw
akan dilakukan pergantian pejabat atau perombakan jabatan sejumlah
pegawai negeri sipil pada pertengahan April 2018 menyusul seretnya
penyerapan anggaran yang hingga Triwulan I 2018 baru mencapai 6
persen. Sandiaga Uno menyebut sejunlah faktor yang menyebabkan
penyerapan anggaran sangat rendah, salah satu kinerja yang belum optimal.
Menurut Trubus, penyerapan anggatan DKI Jakarta pada triwulan pertama
setiap tahun memang selalu bermasalah. Dia mencontohkan pada
Triwulan I 2017 menyerapannya cuma 25 persen, lebih dari Triwulan I 2016
yakni 33 persen.
"Sekarang 2018 malah 6 persen, ini terendah dalam sejarah," ucapnya.
Trubus membenarkan rendahnya serapan anggaran karena birokrasi
bermasalah efektivitasnya. Maka pergantian sejumlah pejabat memang
dibutuhkan namun harus menyeluruh. Kalau pergantiannya parsial dia yakin
tak akan efektif sebab penyakit birokrasi turun temurun adalah koruptif,
malas, dan kurang inovasi.
Politikus Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, pun
menyoroti rendahnya serapan anggaran. Menurut dia, itu karena pejabat
eselon II dan III SKPD sibuk mengikuti pendidikan. Dia berpendapat
seharusnya Anies Baswedan, gubernur pengganti Ahok, menyeleksi para
pejabat yang akan mengikuti pendidikan.
------------------------------------------------------------------------
# Anies Baswedan <https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan>
# Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok>