PDIPini partai pelupa rupanya. Waktu Megawati berkuasa, 
partai ini setuju sekali ketua umumnya menjualiaset yang 
bukan milik partai (lupa bahwa yang dijuali itu milik Rakyat?). 
Lalu, PDIP juga setuju Presiden Megawati kirim 40 ribu tentara 
ke Aceh untuk menghabisi GAM, alias perang. 

Sekarang, lagi-lagi lupa siapa yang memulai istilah 'perang'.


-
SikapiOPM, PDIP Minta Menhan Jangan Gunakan Istilah Perang Sebelumnya, pada 27 
Februari 2018Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengunggah video 
yangberisikan ultimatum perang di akun resminya. Adapun salah satu tuntutan 
TPNPBadalah agar PT Freeport dan seluruh perusahaan asing ditutup. 

"Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional diPapua. 
Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Tujuan, kami ingin perang lawanTNI, Polri 
sudah tecantum dalam aturan TPN," kata Kepala Staf OperasiKomando Nasional 
TPNPB, G.Lekkagak Telenggen dalam video.

Menangapi hal tersebut, Menteri Ryamizard mengaku tidak takut dengan 
ultimatumperang yang dikeluarkan OPM itu. Ryamizard menekankan kekuatan 
militerIndonesia lebih kuat jika dibandingkan dengan kekuatan militer OPM.

"Mereka (OPM) ajak perang? Ya perang aja. Orang ajak perang masa makansoto," 
kelakar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat,Rabu (28/3).


Kirim email ke