https://www.antaranews.com/berita/698635/tujuh-ribu-hektare-wilayah-laut-
terdampak-tumpahan-minyak-di-teluk-balikpapan
Tujuh ribu hektare wilayah laut
terdampak tumpahan minyak di
Teluk Balikpapan
Rabu, 4 April 2018 22:58 WIB
Petugas PT Pertamina membersihkan sampah yang mengandung minyak di
kawasan Pesisir Melawai, Balikpapan, Kaltim, Rabu (4/4/2018). Hingga
hari kelima pasca terjadi terjadinya kebakaran pipa minyak bawah air di
perairan Teluk Balikpapan, PT Pertamina masih terus melakukan
penanggulangan pencemaran minyak agar tidak semakin meluas. (ANTARA
/Sheravim)
Balikpapan (ANTARA News) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
menyampaikan luasan wilayah perairan laut yang terdampak tumpahan minyak
mentah di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu
(31/3) mencapai ribuan hektare.
"Luasannya mencapai tujuh ribu hektare dengan panjang pantai di sisi
Balikpapan dan Penajam Paser Utara sekitar 60 kilometer," kata Kepala
Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3EK) KLHK Tri
Bangun Laksana kepada wartawan di Balikpapan, Rabu.
Ada juga hasil analisis citra satelit oleh Lembaga Antariksa dan
Penerbangan Nasional (Lapan) per 1 April 2018, berdasarkan citra atau
imaji dari satelit Landsat dan Radar Sentinel 1A.
Hasil analisis itu menyebutkan luasan wilayah laut yang terdampak
tumpahan minyak akibat patahnya pipa penyalur di bawah laut milik
Pertamina itu mencapai 12.987,2 hektare.
Data tersebut terdapat dalam laporan Tim Penanganan Kejadian Tumpahan
Minyak di Perairan Teluk Balikpapan.
P3EK menjadi bagian dari tim bersama dengan Direktorat Jenderal
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ditjen Penegakan
Hukum, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kaltim Unit Balikpapan,
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, dan Balai Pengelolaan Sumber
Daya Pesisir dan Laut Pontianak Satuan Kerja Balikpapan dari Kementerian
Kelautan dan Perikanan.
Lebih jauh dirincikan, tanaman mangrove seluas 34 hektare di Kelurahan
Kariangau RT01 dan RT02, 6.000 mangrove di Kampung Atas Air Margasari,
2.000 bibit mangrove, juga di Kampung Atas Air, dan biota laut kepiting,
dan satu pesut (Orcaella brevirostris) ditemukan mati di Pantai Banua Patra.
*Baca juga: Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan cemari pantai Penajam
<https://www.antaranews.com/berita/697786/tumpahan-minyak-di-teluk-balikpapan-cemari-pantai-penajam>*
"Masyarakat di Penajam dan Balikpapan Barat mengeluhkan mual dan pusing
akibat bau minyak," kata Sony, panggilan Tri Bangun Laksana.
Sampai hari keempat setelah kejadian tumpahan minyak dan kebakaran besar
minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan tersebut, masih ditemukan
lapisan minyak di perairan, tiang, dan kolong rumah penduduk di
Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Ulu, dan Kelurahan Kampung
Baru Ilir, serta Kelurahan Kariangau, seluruhnya di Balikpapan Barat.
Menurut Sony, data tersebut berdasar pada pengamatan langsung di
lapangan, yaitu di sepanjang garis pantai Balikpapan dan Penajam Paser
Utara.
Sampai 11 hari ke depan, wilayah Balikpapan masih berada dalam status
darurat tumpahan minyak.
Pertamina selaku pengelola Kilang Balikpapan dengan dibantu banyak pihak
terus berupaya membersihkan laut Teluk Balikpapan dari minyak yang
tumpah tersebut.
Pada hari pertama kejadian tumpahan yang disusul kebakaran minyak di
Teluk Balikpapan, dua orang ditemukan tewas dan seorang luka bakar.
Hingga Selasa (3/4), seluruhnya ditemukan kemudian tiga orang lagi dalam
kondisi meninggal dunia.
Selain itu, sudah empat hari ini juga sebanyak 162 perahu nelayan tidak
bisa dipakai melaut, selain juga rengge alat tangkap mereka tercemar minyak.
*Baca juga: Polri investigasi kebakaran tumpahan minyak Balikpapan
<https://www.antaranews.com/berita/697783/polri-investigasi-kebakaran-tumpahan-minyak-balikpapan>
Baca juga: Menteri LHK turunkan tiga dirjen ke Balikpapan
<https://www.antaranews.com/berita/698287/menteri-lhk-turunkan-tiga-dirjen-ke-balikpapan>*
Pewarta: Novi Abdi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018