----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 7 April 2018 09.48.17 GMT+2Judul:
[GELORA45] Zulkifli Hasan: Aksi 212 Tak Akan Terulang di Kasus Sukmawati ;
Alumni 212: Sukmawati Soekarnoputri Lebih Parah daripada Ahok
Zulkifli Hasan: Aksi 212 Tak Akan Terulang di Kasus Sukmawati
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Juli Hantoro
Sabtu, 7 April 2018 10:35 WIB Massa dari persaudaraan Alumni 212 melakukan aksi
damai di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, 6 April 2018.
Aksi damai tersebut menuntut proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri
karena dianggap telah melakukan penistaan agama. TEMPO/Muhammad Hidayat
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan
memprediksi aksi massa sebesar 212 tidak akan terulang kembali dalam kasus
puisi Sukmawati Soekarnoputri.Sebab, menurut dia, Sukmawati telah meminta maaf
atas puisi yang dianggap melecehkan agama Islam itu.
"Saya kira tidak akan ada aksi 212. Aksi itu kan spontan saja," kata Zulkifli
saat ditemui di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 April 2018.
Seperti diketahui sebelumnya, puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia dianggap
melecehkan umat Islam. Puisi itu Sukmawati bacakan dalam acara 29 Tahun Anne
Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta, 29 Maret 2018. Adapun
hal-hal yang dianggap melecehkan itu antara lain soal syariat Islam, cadar, dan
suara azan.
Baca juga: Aksi Bela Islam Tuntut Sukmawati Soekarnoputri Ditangkap
Atas munculnya berbagai protes itu, Sukmawati meminta maaf kepada umat Islam
pada Kamis, 5 April lalu.
Salah satu reaksi protes itu muncul dari Persaudaraan Alumni 212. Mereka
menggelar Aksi Bela Islam di depan Badan Reserse Kriminal Polri di Gambir,
Jakarta Pusat, untuk meminta Sukmawati segera diperiksa sebelum 11 April (411)
atau akan ada aksi massa yang lebih besar kembali.
Baca juga: Sambil Menangis, Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf atas Puisinya
Zulkifli berujar, secara pribadi, dia sudah memaafkan Sukmawati atas puisi
tersebut. Namun, untuk urusan pelaporan yang sudah masuk ke polisi, dia
menyerahkan sepenuhnya kepada aparat.
"Kalau urusan hukum, kami tidak boleh ikut campur atau intervensilah," tuturnya.
Alumni 212: Sukmawati Soekarnoputri Lebih Parah daripada AhokReporter:
Syafiul Hadi
Editor:
Ali Anwar
Jumat, 6 April 2018 17:08 WIB
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maakruf menjelaskan hasil audiensi di
Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, 6 April 2018. Maria Fransisca Lahur.
TEMPO.CO, Jakarta - Alumni Persaudaraan Aksi 212 menilai Sukmawati
Soekarnoputri telah melakukan penodaan agama dalam pembacaan puisinya. Bahkan,
kasus Sukmawati Soekarnoputridinilai lebih parah daripada kasus penodaan agama
oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Kalau kasus Ahok masih multitafsir. Kalau ini tak multitafsir, sangat jelas
penghinaannya," ujar Ketua Alumni Persaudaraan Aksi 212 ,Slamet Ma'arif, di
gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Jumat, 6 April 2018.
Massa Persaudaraan Alumni 212 dan Front Pembela Islam menggelar demonstrasi
menuntut agar Sukmawati Soekarnoputri dipenjarakan. Demo dilakukan di depan
gedung Bareskrim Polri, Medan Merdeka Timur, Jumat, 6 April 2018.
Unjuk rasa ini merupakan reaksi atas puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul
“Ibu Indonesia.” Puisi ini dianggap telah menista agama Islam. Puisi itu
diciptakan Sukmawati dan dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya
di Indonesia Fashion Week 2018.
Menurut Slamet, kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri bukan
perkara sepele. Dia mendesak agar Sukmawati diproses hukum seperti Ahok..
"Secara pribadi kami maafkan, tapi proses hukum tak boleh berhenti," kata
Slamet.
Slamet berujar, pihaknya akan memberi tenggat waktu kepada kepolisian untuk
memproses kasus ini. Menurut Slamet, Alumni Persaudaraan 212 akan mengawal
kasus ini sampai selesai. "Kalau dalam waktu tertentu tak diproses, tak menutup
kemungkinan kami akan aksi lagi," ucap Slamet.
Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf atas puisinya itu karena sudah
menimbulkan kontroversi di masyarakat dan dianggap melecehkan agama Islam.
"Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang
merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ‘Ibu Indonesia’," kata
Sukmawati Soekarnoputri sambil menyeka air matanya di Warung Daun Cikin.
Sukmawati Soekarnoputri mengatakan tidak bermaksud menghina umat Islam di
Indonesia lewat puisinya. Putri proklamator Soekarno itu mengatakan, ia
merupakan seorang muslimah dan merasa bersyukur serta bangga dengan
ke-Islamannya.