Menarik! Paparan Yusril soal Skenario Pilpres 2019 SELASA, 10 APR 2018 09:26 | EDITOR : IMAM SOLEHUDIN Presiden Joko Widodo ketika bertandang ke kediaman Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. Yusril menyebut Prabowo sebagai kunci dalam Pilpres 2019 mendatang (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Berita Terkait a.. AHY Dipasangkan dengan Jokowi? Ini Tanggapan Gibran b.. Fadli Zon Bakal Pakai Kaus #2019GantiPresiden c.. Pidato Jokowi Meledak-ledak, Kata Fadli Zon Meniru Prabowo SubiantoJawaPos.com - Jumlah pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di pemilihan presiden (pilpres) 2019 masih menjadi misteri. Entah itu dua, tiga, atau bahkan hanya paslon tunggal. Sejauh ini baru Joko Widodo (Jokowi) yang mendeklarasikan diri. Sementara kompetitornya di Pilpres 2014, Prabowo Subianto, masih 'maju-mundur'. Menurut Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, Pilpres 2019 idealnya tiga paslon. Di sisi lain, dia tidak setuju jika hanya muncul calon tunggal. Ketua Umum Partai Bulang Bintang, Yusril Ihza Mahendra (Dok.Jawapos) "Idealnya sih lebih dari satu pasang, bisa dua pasang, maksimum tiga pasang," ungkap Yusril di kantor DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Senin (9/4). Mantan Menteri Sekretaris Negera (mensesneg) tersebut menjelaskan, saat ini yang memegang kunci terkait munculnya calon lain adalah Prabowo Subianto. Dia menilai keputusan maju atau tidaknya mantan Danjen Kopassus tersebut akan sangat mempengaruhi peta Pilpres 2019, khusunya bagi partai Demokrat. Yusril meprediksi jika Prabowo mencalonkan diri sebagai capres, maka Demokrat akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi. "Kalau pak Prabowo maju mungkin Pak SBY tidak bergerak ke pihak sana (Prabowo), tapi ke pihak sebelah (Jokowi), ini perkiraan," lanjut Yusril. Sementara jika Prabowo urung bertarung, maka hal ini akan mendorong partai di luar koalisi untuk memunculkan figur baru. "Jadi nanti akan ditentukan siapa yg secara elektabilitas paling memungkinkan untuk bersaing dalam Pilpres," pungkas Yusril. (sat/JPC)
