video:Saran Antasari untuk KPK -
Century& cerita Rizal Ramli soal peran hingga ketakutan Boediono ditangkapAntasari Rabu,11 April 2018 10:40Reporter: Eko Prasetya Merdeka.com - Mantan Menteri Keuangan eraPresiden Abdurrahman Wahid (GusDur) RizalRamli menanggapi hasil putusan Praperadilan kasus Bank Century diPengadilan Negeri Jakarta Selatan.Menurutnya, dalam sidang, jawaban mantan Menteri Keuangan Boediono masih muter-muter. Sebenarnya,kata dia, masalahnya sederhana. Kata dia, Century tidak pantas untuk di-bailoutkarena bank ini dari dulu sudah bermasalah. "Bankini bank kecil, kalau ditutup juga dampaknya nyaris tidak ada apa-apa. Karenaargumen sistemik ini argumen yang sangat menyesatkan. Karena, saya pernahsebagai Menko menyelamatkan bank BII yang 6 sampai 7 kali lebih besar dari bankcentury dan itu kita lakukan tanpa bailout sama sekali," tegas RizalRamli, Rabu (11/4) "Caranyabank mandiri dibuat ambil over supaya ada umbrella of confiden ganti manajemendan take over sementara dan membuat uang kembali ke dalam sistem bank BII padawaktu itu jauh lebih besat dari pada bank Century. Sebenarnya Century masalahyang sangat sederhana karena itikadnya adalah hanya mencari ember bocor,"imbuh mantan Menko Maritim itu. Duatahun lalu, Rizal mengaku berkunjung ke penjara mantan ketua KPK AntasariAzhar. Dia bercerita, suatu hari Boediono datang sebagai Gubernur Indonesiameminta izin bailout untuk bank Indover di negeri Belanda sebesar Rp 5 triliun. Antasari,kata dia, ditakut-takuti Boediono kalau tidak dilakukan maka kepercayaanterhadap Indonesia rusak, rupiah anjlok dan investor bisa enggak percaya. Namun,sambung Rizal Ramli, Boediono tidak tahu kalau Antasari adalah asisten JaksaAgung Marzuki Darusman sebelum menjadi ketua KPK. "Padasaat saya jadi Menko kita utus dia ke Belanda dan diberitahu oleh bank centralBelanda enggak usah khawatir kalau terjadi sesuatu akan dijamin oleh bankcentral Belanda dan tidak menimbulkan apa-apa," katanya. "BegituPak Boediono meminta izin ini, Antasari mengatakan, bapak lakukan bailout bankindover Rp 5 triliun, sorenya bapak saya tangkap. Jadi Boedionoketakutan," Kata Rizal Ramlimenirukan ucapan Antasari pada waktu itu. Selangbeberapa waktu kemudian, sambung Rizal, dicari ember kosong lain yaitu bankCentury. Sebetulnya kebutuhan dananya hanya kebutuhan dana pihak ketiga sebesarRp 2 triliun namun entah kenapa bisa dibailout sampai Rp 6,7 triliun."Pasti ada yang bocor," tuturnya. Selanjutnya,Rizal menilai, dari situ sudah sangat jelas bahwa ini ada upaya untuk membobolbank. "Karena itu saya minta pak boediono ksatrialah kasihan anak buahharus masuk penjara dan ditangkap. Mengaku sajalah jadi ksatria karena tanggungjawab itu ada di tangan pemimpin," imbaunya. Selainitu, kata dia, terkait pernyataan Istana pada waktu itu yang mengatakan tidakada yang lebih penting dari kesaksian seorang Wakil Presiden di depan sidangakan menyingkirkan sejumlah keraguan. Keraguan itu menuntun pada pandanganbahwa bailout Century menyembunyikan niat buruk dari para pengambilkeputusannya. "Janganlupa bank Century ini suda rusak lama sudah busuk lama dan enggak adahubungannya dengan krisis. Bahkan kalau ditutup saja tidak ada efeknya samasekali," katanya. "BankCentury sengaja mau dipakai sebagai ember kosong," kata Rizal menegaskankembali. Selanjutnya,Rizal menjelaskan, pada waktu ketua KPK Antasari meminta BPK untuk melakukanaudit. Menurut Rizal, Ketua BPK pada waktu Hadi Purnomo dan wakil Taufiq Rukimerupakan teman dekat Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salahsatu permintaan Ruki, kata dia, adalah supaya jangan menyentuh NKRI. HadiPurnomo kemungkinan banyak masalah sepakat hanya untuk melakukan polesi auditatau audit kebijakan. "Kalausudah audit kebijakan Pak Boediono dan Sri Mulyani pasti kena dan yang sengajatidak dilakukan oleh BPK adalah audit aliran dana. padahal kalau ikut kasusBank Bali diaudit aliran dana dalam waktu 6 minggu akan ketahuan uang itukemana," bebernya. "Kokbisa butuhnya hanya Rp 2 triliun dana pihak ketiga disuntik jadi Rp 6,7 triliundan itu berlangsung selama 8 bulan sampai tahun 2009," katanya. "Diseluruh dunia selamatkan bank cuma 1 hari atau 2 hari saja ditransfer danabailout pihak ketiga selesai. Tidak ada di seluruh dunia uang itu ditariksecara bertahap sampai 8 bulan," imbuhnya. Rizalpun memohon pihak Istana kalau audit yang betul karena akan jelas dana itu buatkeperluan politik. Sebelumnya,Boediono tak merasa bersalahdengan kebijakannya memberikan bailout kepada Bank Century saat dirinyamenjabat sebagai gubernur Bank Indonesia (BI). Menurut dia, data tentangmembengkaknya dana talangan dari Rp 632 miliar sampai Rp 6,7 triliun bukantanggung jawab BI. [eko]
