Cina Turunkan Paksa Salib di Gereja, Larang Jual Alkitab 
https://dunia.tempo.co/read/1078405/cina-turunkan-paksa-salib-di-gereja-larang-jual-alkitab?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Dable
 
 Reporter:  Yon Yoseph
 Editor:  Maria Rita Hasugian
Rabu, 11 April 2018 15:41 WIB
 

 https://statik.tempo.co/data/2017/04/15/id_598934/598934_620.jpg Yesus 
Kristus, yang dimainkan oleh warga setempat Tomas Izaguirre, tergeletak di 
lantai selama prosesi Jalan Salib pada Jumat Agung di Tegucigalpa, Honduras 14 
April 2017. REUTERS
 
 TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah salib yang tergantung di dalam gereja-gereja 
Kristen yang dibangun tanpa izin resmi di Cina https://www.tempo.co/tag/cina 
diturunkan secara paksa oleh pihak berwenang.
  Seorang pejabat urusan agama bernama Zhang mengatakan, salib selama ini 
tergantung di gereja-gereja yang berdiri ilegal di daerah Yichuan, provinsi 
Henan tengah, Cina.
 Baca: Cina Robohkan 400 Salib dari Atap Rumah Warga 
https://dunia.tempo.co/read/652690/cina-robohkan-400-salib-dari-atap-rumah-warga
 "Paroki-paroki itu dibangun secara ilegal tanpa izin dari pemerintah, jadi 
kami menghancurkan salib mereka," kata Zhang, seperti dilansir Reuters pada 10 
April 2018.
 

 Zhang membantah perampasan itu bertujuan untuk melawan Kristenisasi dan tidak 
menyebutkan denominasi gereja-gereja yang terkena dampaknya.
 Tindakan keras itu terjadi di tengah harapan kesepakatan penting antara 
Beijing dan Vatikan tentang penunjukan uskup yang akhirnya bisa membuka jalan 
bagi dimulainya kembali hubungan diplomatik hampir 70 tahun setelah 
pengambilalihan kekuasaan Komunis Cina.
 Umat Katolik Cina terbagi antara mereka yang menghadiri gereja-gereja resmi 
yang didukung oleh para uskup yang disetujui pemerintah dan gereja-gereja bawah 
tanah yang secara teknis ilegal, sebagian besar di antaranya setia kepada 
Vatikan. Gereja-gereja Protestan juga tumbuh dengan cepat.
 Baca: Bosan Miskin, Warga Cina Ganti Poster Yesus dengan Xi Jinping 
https://dunia.tempo.co/read/1033529/bosan-miskin-warga-cina-ganti-poster-yesus-dengan-xi-jinping
 Insiden terbaru ini datang ketika orang Kristen Cina hidup dalam ketakutan 
setelah pemberlakuan undang-undang baru yang ketat tentang kebebasan beragama.
 Sebagai gambaran, lebih dari 1.500 salib diruntuhkan dari gereja-gereja yang 
dianggap ilegal di Cina dari tahun 2014 hingga 2016.
 Pekan lalu, pemerintah Cina melarang pengecer online menjual Alkitab. Tiga 
bulan sebelumnya, para pejabat di provinsi Shanxi menghancurkan Golden 
Lampstand Church, rumah bagi sekitar 50.000 umat paroki.
 Undang-undang tentang urusan agama yang mulai berlaku pada Februari telah 
meningkatkan pengawasan resmi atas pendidikan dan praktik keagamaan, dan 
memperkenalkan hukuman yang lebih keras untuk setiap kegiatan yang tidak 
disetujui oleh pihak berwenang.
 Pengendalian agama secara langsung juga diperkuat dalam perombakan 
besar-besaran pemerintah yang diumumkan Maret lalu yang membawa urusan agama di 
bawah kendali langsung Departemen Pekerjaan Front United, yang bertanggung 
jawab untuk mengkooptasi kelompok-kelompok non-partai untuk mendukung 
kepentingannya.
 Baca: Tolak Lepas Salib, Pendeta di Cina Ditahan 
https://dunia.tempo.co/read/689478/tolak-lepas-salib-pendeta-di-cina-ditahan  
 Partai Komunis yang  ateis telah memperketat pembatasan dan pengawasan praktik 
keagamaan di Cina di bawah Presiden Xi Jinping. Cina menjamin kebebasan 
beragama selama tidak menentang kepemimpinan partai, menyebabkan 
ketidakstabilan sosial atau mengancam keamanan nasional.
 Pada tahun 1997,  Cina  https://www.tempo.co/tag/cinamemiliki 100 juta orang 
beragama yakni Buddha, Taoisme, Islam dan Protestanisme. Jumlah itu telah 
berlipat ganda menjadi 200 juta hari ini.  Adapun jumlah umat Katolik meningkat 
dari 4 juta pada 1997 menjadi 6 juta pada 2018. Selama periode yang sama, 
jumlah Protestan naik dari 10 juta menjadi 38 juta.
 REUTERS|GLOBAL TIMES|CBN NEWS

 

Kirim email ke